Seniman Banjarnegara Gelar 'Ngobras' Bahas Peran Strategis Seniman Bagi Generasi Muda ‎

Drajat Nurangkoso resmi purna tugas sebagai Kepala SMPN 5 Banjarnegara. Ia memilih melanjutkan pengabdian melalui Kebun Seni dan Oemah Terapi ATS.

Mei 1, 2026 - 21:01
Seniman Banjarnegara Gelar 'Ngobras' Bahas Peran Strategis Seniman Bagi Generasi Muda ‎

BANJARNEGARA - Puluhan seniman dari berbagai lintas perguruan di Banjarnegara melakukan 'Ngobras' atau ngobrol bareng sana-sini di Pondok Kebun Seni Oemah Terapi ATS, Pereng Eyang Praya Desa Sambong Kecamatan Punggelan Kabupaten setempat, Jumat (1/5/2026).

‎Kegiatan ini digelar bersamaan dengan syukuran purna tugas, per 1 Mei 2026, Drajat Nurangkoso sebagai ASN (Kepala Sekolah SMP Negeri 5 Banjarnegara).

‎Walau dilakukan sederhana, kegiatan ini sangat bermakna karena memunculkan satu kesepahaman, bagaimana meningkatkan peran serta seniman dalam mencerdaskan generasi muda Banjarnegara ke depan.

‎Drajat Nurangkoso menyampaikan bahwa seniman melalui hasil karyanya memiliki peran cukup strategis dalam upaya memberikan wawasan nilai-nilai luhur budaya yang ada di Indonesia khususnya di Banjarnegara kepada masyarakat luas khususnya generasi muda.

‎Saat ini ia merasa lebih merdeka, sehingga ia rayakan bersama teman-teman seniman.

Ngobras

"Selama ini begitu banyak warna-warni kehidupan yang dialami sebagai seorang guru dan seniman. Bahkan pernah dipersekusi dan celakanya tidak ada yang membelanya," kenang Drajat Nurangkoso.

‎Bertepatan purna tugas sebagai guru, Drajat Nurangkoso mengaku perjuangan atau mengabdi pada negara bukan berarti berhenti.  

‎Pensiun baginya hanya menutup satu chapter yang telah dilewati nya, dan kini membuka ruang baru pengabdian selanjutnya yakni berkarya dan mengabdi lewat jalan seni dan terapi.

‎"Setelah pensiun ini, dalam waktu dekat kami akan menggelar pameran seni lukis 'Pamit Pensiun' dan mengelola Kebon Seni dan Rumah Terapi," katanya.

‎Kebon seni artinya semua orang Banjarnegara atau siapapun boleh datang ke sini untuk belajar seni atau kita saling belajar mengolah ekspresi seni dan hasilnya bisa ditampilkan di Balai Budaya atau tempat lain yang pada ujungnya memiliki nilai ekonomi.

‎"Intinya disini menjadi tempat pembelajaran dan penggalian bakat seni," ujar Drajat.

Drajat juga menambahkan jika ia mendalami Aji Tapak Sesontengan yang merupakan khasanah keilmuan nusantara yang digali dari kearifan nenek moyang kita. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow