Sebut Londo Ireng, Organisasi Wartawan Desak Prabowo Minta Maaf

Organisasi wartawan Sampang mendesak Presiden Prabowo minta maaf terbuka atas sebutan “Londo Ireng” yang dinilai mencederai demokrasi dan kebebasan pers.

Juli 31, 2026 - 13:37
Sebut Londo Ireng, Organisasi Wartawan Desak Prabowo Minta Maaf

SAMPANG - Sejumlah organisasi wartawan dan jurnalis di Kabupaten Sampang, Jawa Timur, mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.

Aksi digelar di depan Kantor DPRD Sampang, pada Jumat (31/7/2026), sebagai bentuk pernyataan sikap penolakan dan kecaman atas pernyataan Prabowo yang menyebut "Londo Ireng" dalam pidatonya pada Hari Lahir PKB ke 28 yang dinilai dikaitkan dengan profesi wartawan.

Desakan tersebut tertuang dalam pernyataan sikap bersama yang ditanda-tangani PWI, POS, ITJI, AJS, CS, AWAS, PWS, DPC PWRI, PJS, LMS, SMSI, Freedom, dan IWO.

Perwakilan aksi Hanggara Pratama menilai, penyampaian istilah tersebut bertentangan dengan Undang-undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers yang menjamin kebebasan, keamanan, dan profesionalisme jurnalis dalam menjalankan tugas.

"Sebutan Londo Ireng bagi wartawan adalah bentuk kemunduran demokrasi. Kami bukan penjajah, tapi kami adalah pejuang demokrasi," ujarnya, pada Jumat (31/7/2026).

Menurutnya, wartawan bekerja berdasarkan kode etik jurnalistik dalam  menyajikan berita dan menjalankan fungsi kontrol sosial. Bukan melayani pihak tertentu.

Koalisi wartawan menilai, sebutan londo Ireng bagi wartawan akan mengganggu iklim demokrasi dan kebebasan pers serta mencerminkan sikap kurang bersahabat terhadap media dan insan pers.

Mereka menuntut agar Presiden Prabowo Subianto melakukan klarifikasi dan meminta maaf secara terbuka, meminta DPRD Sampang untuk menyampaikan dan  mendukung aspirasi dengan menandatangani lembaran petisi.
Aksi ditemui Ketua DPRD Sampang Rudi Kurniawan dan sejumlah anggota dewan. Ia menyampaikan, wartawan adalah mitra kerja dan akan menyampaikan aspirasi ini ke pusat.
"Bagi kami, wartawan adalah mitra. Terutama dalam membranding kemajuan daerah. Kami akan sampaikan aspirasi dari teman-teman wartawan ini," tegasnya.
Aksi diakhiri dengan penandatanganan petisi bersama antara organisasi wartawan dan DPRD Sampang guna mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk melakukan klarifikasi dan permintaan maaf secara terbuka. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow