Sanitasi TMMD 128 di Brabe Probolinggo Tembus 40 Persen, Keluarga Tariyah Segera Miliki MCK Sehat

TMMD Ke-128 Kodim 0820 Probolinggo percepat pembangunan sanitasi keluarga Tariyah di Desa Brabe untuk dorong pola hidup bersih dan sehat

Mei 3, 2026 - 19:30
Sanitasi TMMD 128 di Brabe Probolinggo Tembus 40 Persen, Keluarga Tariyah Segera Miliki MCK Sehat

PROBOLINGGO - Persoalan sanitasi masih menjadi tantangan nyata di sejumlah wilayah pedesaan, termasuk di Desa Brabe, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo. Bagi keluarga Tariyah di Dusun Sumur, keterbatasan fasilitas MCK selama ini memaksa aktivitas dasar rumah tangga dilakukan di sungai yang berjarak cukup jauh.

Melalui Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-128 Kodim 0820 Probolinggo, kebutuhan mendasar itu kini mulai dijawab.

Minggu (3/5/2026), pembangunan sanitasi keluarga Tariyah telah mencapai 40 persen. Proyek ini mencakup pembangunan kamar mandi, septic tank, saluran pembuangan, hingga instalasi air bersih.

Secara sederhana, proyek ini tampak kecil. Namun dalam kerangka pembangunan kualitas hidup, sanitasi layak merupakan salah satu fondasi utama kesehatan keluarga.

Akses MCK yang aman berperan besar dalam menekan risiko penyakit, meningkatkan kebersihan lingkungan, dan membangun kebiasaan hidup sehat.

Serma Rustam menyebut pembangunan ini sebagai bagian penting dari sasaran prioritas TMMD.

“Sanitasi ini bukan hanya bangunan, tetapi fasilitas dasar untuk kesehatan keluarga,” kata Serma Rustam.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pembangunan desa tidak selalu harus dimulai dari proyek besar. Intervensi pada kebutuhan rumah tangga justru sering menghadirkan dampak paling langsung.

Pekerjaan yang kini memasuki tahap lantai, plesteran, dan instalasi pipa berjalan lebih cepat berkat cuaca cerah dan dukungan warga setempat.

Bagi Tariyah, bantuan ini menghadirkan rasa syukur sekaligus harapan baru. Memiliki fasilitas sanitasi sendiri berarti keluarga tidak lagi bergantung pada sungai untuk kebutuhan harian.

TMMD Ke-128 di Desa Brabe melalui proyek ini juga menunjukkan pendekatan pembangunan berbasis kesejahteraan keluarga, bukan sekadar infrastruktur umum.

Keterlibatan masyarakat sekitar dalam proses pembangunan memperkuat nilai gotong royong sekaligus menumbuhkan kesadaran bersama akan pentingnya sanitasi sehat.

Ketika sanitasi ini rampung, manfaatnya bukan hanya dirasakan satu keluarga. Ia juga menjadi simbol bahwa pembangunan desa yang berkelanjutan harus dimulai dari rumah-rumah warga yang lebih sehat, bersih, dan layak. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow