Rumah Literasi Indonesia Ajak Anak Muda Ciptakan Ruang Aman Disabilitas dan Kusta

Langkah nyata menuju masyarakat yang inklusif dan bebas stigma terus digelorakan di Bumi Blambangan.

Mei 18, 2026 - 11:00
Rumah Literasi Indonesia Ajak Anak Muda Ciptakan Ruang Aman Disabilitas dan Kusta

BANYUWANGI - Langkah nyata menuju masyarakat yang inklusif dan bebas stigma terus digelorakan di Bumi Blambangan. 

Rumah Literasi Indonesia secara resmi menggelar kegiatan Voluntary Capacity Building (VCB), sebuah inisiasi strategis yang menjadi bagian dari dukungan Program BEST-MYP Meaningful Youth Participation. 

Program ini fokus pada penguatan partisipasi bermakna orang muda dalam isu perlindungan dan inklusi sosial.

Kegiatan yang digeber selama dua hari, 16–17 Mei 2026, di Integrated Farming Ketapang, Banyuwangi ini, diikuti oleh puluhan pemuda dan remaja dari berbagai wilayah di Banyuwangi. 

Mereka sengaja dihimpun dan digembleng untuk dipersiapkan menjadi motor penggerak perubahan melalui komunitas.

Melalui ruang belajar kolaboratif ini, para peserta mendapatkan pembekalan intensif. Materi yang diberikan mencakup penguatan kapasitas terkait isu perlindungan anak, nilai dasar kerelawanan, kepemimpinan orang muda, hingga konsep partisipasi bermakna.

Lebih dari sekadar teori, fokus utama pelatihan ini adalah urgensi menciptakan ruang aman bagi anak dan remaja dengan disabilitas, termasuk mereka yang mengalami kusta. 

Kegiatan ini dirancang agar generasi muda mampu memahami tantangan sosial nyata yang hingga kini masih dihadapi oleh kelompok rentan di masyarakat.

"Orang muda memiliki energi, kreativitas, dan kedekatan dengan komunitas. Melalui kegiatan ini, kami ingin menyiapkan kader-kader muda yang mampu menjadi agen perubahan dalam menciptakan lingkungan yang aman, setara, dan bebas stigma bagi anak dan remaja dengan disabilitas maupun yang terdampak kusta," ujar Project Officer BEST-MYP, Anisa Rahmawati, Senin (18/5/2026).

Tidak hanya duduk dan mendengarkan, para peserta juga ditantang untuk berpikir kritis. Mereka diajak berdiskusi membedah berbagai bentuk hak dasar anak, menganalisis tantangan situasi riil di lapangan, serta merumuskan bentuk partisipasi bermakna yang berbasis pada cita-cita sosial.

Sebagai output konkret, di akhir sesi para peserta didorong untuk merancang rencana aksi sederhana. Aksi ini nantinya akan diimplementasikan langsung di komunitas masing-masing sebagai bentuk kontribusi nyata dalam mendukung perlindungan dan partisipasi anak secara inklusif.

Melalui Voluntary Capacity Building ini, Rumah Literasi Indonesia berharap jejaring orang muda di Banyuwangi dapat semakin solid dan aktif bergerak. Muaranya adalah terciptanya lingkungan yang inklusif, aman, dan mendukung tumbuh kembang seluruh anak tanpa ada sekat diskriminasi.

Rumah Literasi Indonesia meyakini penuh bahwa perubahan sosial yang besar selalu dimulai dari langkah kecil orang muda yang memiliki kepedulian, komitmen, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow