RSU Wajak Husada Malang Gelar Seminar Kesehatan Mental Guru, Perkuat Ketahanan Emosi dan Spiritualitas

RSU Wajak Husada Malang kembali menunjukkan komitmennya dalam pelayanan promotif dan preventif melalui penyelenggaraan Seminar Kesehatan Mental bertajuk “Mental Health & Spiritual Resilience for Educa

Februari 24, 2026 - 16:00
RSU Wajak Husada Malang Gelar Seminar Kesehatan Mental Guru, Perkuat Ketahanan Emosi dan Spiritualitas

MALANG RSU Wajak Husada Malang kembali menunjukkan komitmennya dalam pelayanan promotif dan preventif melalui penyelenggaraan Seminar Kesehatan Mental bertajuk “Mental Health & Spiritual Resilience for Educators: Kesehatan Mental Guru dan Pengelolaan Stress dalam Lingkungan Pendidikan”, di Aula RSU Wajak Husada, Sabtu (21/2/2026).

Kegiatan ini merupakan kolaborasi RSU Wajak Husada Malang bersama Kementerian Agama Kabupaten Malang, dan diikuti oleh 150 guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) se-Malang Raya, khususnya dari Kecamatan Pakisaji dan Wagir.

Seminar ini menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan kapasitas bagi para pendidik yang selama ini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari beban administratif, dinamika peserta didik, tuntutan orang tua, hingga perubahan kebijakan pendidikan yang terus berkembang.

Dalam sambutannya, Direktur RSU Wajak Husada, dr. Hj. Fitriya Fajar Wati, M.Kes, menegaskan bahwa kesehatan mental guru merupakan fondasi penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan humanis. “Guru memiliki peran sentral dalam membentuk karakter generasi bangsa. Namun di balik peran mulia tersebut, ada tekanan dan beban psikologis yang tidak ringan. Karena itu, kesehatan mental guru harus menjadi perhatian bersama,” ujar dr. Fitri.

Fitriya-Fajar-Wati.jpg

Ia menambahkan bahwa guru yang sehat secara mental akan lebih mampu mengelola emosi, membangun relasi positif dengan siswa, serta menjalankan perannya secara optimal dan penuh keteladanan.

“Melalui seminar ini, kami berharap para guru tidak hanya memahami tanda-tanda stres dan burnout, tetapi juga memiliki strategi praktis untuk mengelolanya. RSU Wajak Husada hadir bukan hanya sebagai tempat pelayanan kuratif, tetapi juga sebagai mitra dalam menjaga kesejahteraan mental masyarakat,” tegasnya.

dr. Aziza Matinu Karima, Sp.KJ, Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa RSU Wajak Husada. Dalam paparannya bertajuk “Kesehatan Mental Guru dan Pengelolaan Stress dalam Lingkungan Pendidikan”, ia menjelaskan bahwa stres yang tidak dikelola dengan baik dapat berkembang menjadi kelelahan emosional (burnout), gangguan kecemasan, hingga depresi ringan.

Menurutnya, guru termasuk profesi dengan tingkat tekanan emosional yang tinggi karena berhadapan langsung dengan dinamika perilaku siswa dan tuntutan performa akademik.“Stres adalah hal yang wajar, namun yang menjadi masalah adalah ketika stres berlangsung lama tanpa strategi pengelolaan yang sehat. Penting bagi guru untuk mengenali tanda-tanda awal seperti mudah lelah, sulit tidur, emosi tidak stabil, hingga kehilangan motivasi,” jelas dr. Aziza.

Ia juga membekali peserta dengan teknik sederhana pengelolaan stres, seperti manajemen waktu, relaksasi napas, membangun dukungan sosial, serta menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi.

Dalam pemaparannya, Dr. Hj. Yuli Nur Rohmawati, M.Pd, Kasi Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Malang menekankan bahwa kekuatan spiritual menjadi salah satu pondasi utama dalam menjaga ketahanan mental pendidik.

peserta.jpg

“Guru bukan hanya pengajar, tetapi juga pembimbing akhlak dan teladan bagi siswa. Ketika emosi terkelola dan spiritualitas terjaga, maka guru akan lebih sabar, empati meningkat, dan mampu menghadapi tantangan dengan bijaksana,” ujarnya.

Ia juga mendorong para guru untuk menjadikan profesi sebagai ladang ibadah, sehingga setiap tantangan yang dihadapi dapat dimaknai sebagai bagian dari proses pengabdian.

Seminar ini ditutup dengan sesi tanya jawab dan diskusi yang disambut antusias para peserta. Melalui kegiatan ini, RSU Wajak Husada berharap terjalin sinergi yang lebih kuat antara institusi kesehatan dan institusi pendidikan dalam mendukung kesejahteraan guru.

Adapun output yang diharapkan dari kegiatan ini antara lain meningkatnya pemahaman guru tentang pentingnya kesehatan mental, kemampuan mengenali tanda-tanda stres dan burnout, serta keterampilan praktis dalam mengelola tekanan di lingkungan pendidikan.

RSU Wajak Husada Malang berkomitmen untuk terus menghadirkan program edukatif serupa sebagai bagian dari kontribusi nyata dalam membangun generasi yang sehat, tangguh, dan berkarakter di Malang Raya. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow