Ribuan Warga Gili Ketapang Padati Kota Probolinggo, Gelar Tradisi Toron Petolekoran
Geliat khas menjelang Hari Raya Idul Fitri tampak di Pelabuhan Tanjung Tembaga, Kota Probolinggo, pada Selasa (17/03/2026).
PROBOLINGGO Geliat khas menjelang Hari Raya Idul Fitri tampak di Pelabuhan Tanjung Tembaga, Kota Probolinggo, pada Selasa (17/03/2026). Ribuan warga Pulau Gili Ketapang, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, tampak memadati dermaga. Mereka baru saja menyebrang dari pulau terapung tersebut untuk berbelanja kebutuhan Lebaran dalam tradisi tahunan Toron Petolekoran.
Suasana riuh rendah mewarnai area pelabuhan sejak pagi. Warga, yang didominasi oleh kalangan muda, tampak antusias turun dari kapal kayu dan langsung bergegas menuju pusat-pusat perbelanjaan di Kota Probolinggo. Mereka datang dengan membawa tas kosong berukuran besar, siap diisi dengan berbagai kebutuhan pokok hingga barang baru untuk menyambut hari kemenangan.
Ali, salah satu warga Gili Ketapang yang ikut dalam rombongan, mengungkapkan bahwa tradisi ini sudah mengakar kuat di tengah masyarakat. Ia mengaku selalu menyempatkan diri untuk ikut serta setiap tahunnya.
"Iya, saya ikut turun ke Probolinggo, buat belanja. Ini sudah tradisi turun temurun dari yang tua-tua dulu," kata Ali saat ditemui di sela-sela keramaian.
Tradisi Toron Petolekoran secara harfiah berarti turun ke kota untuk keperluan Lebaran. Momen ini tidak hanya menjadi ajang belanja, tetapi juga ruang interaksi sosial bagi warga pulau yang mayoritas berprofesi sebagai nelayan. Mereka biasanya membeli perlengkapan baru seperti baju, kue kering, beras, dan aneka kebutuhan dapur lainnya.
Meningkatnya arus penumpang ini memberikan berkah tersendiri bagi para pengemudi kapal tradisional atau perahu penumpang. Asyim, seorang pemilik kapal, mengaku pendapatannya melonjak drastis dibanding hari biasa.
"Alhamdulillah, Petolekoran serang ramai," ujar Asyim.
Ia menjelaskan, dalam sehari ia bisa melayani lima hingga enam kali perjalanan pulang-pergi. Untuk sekali angkut, Asyim mengantongi penghasilan sekitar Rp 600 ribu. Dibandingkan dengan hari-hari biasa, omzetnya saat tradisi ini berlangsung naik hingga lima kali lipat.
Kapal-kapal kayu terlihat hilir mudik mengangkut warga dari Pulau Gili Ketapang menuju Kota Probolinggo dan sebaliknya. Aktivitas ini diprediksi akan terus berlangsung hingga beberapa hari ke depan, seiring dengan semakin dekatnya hari raya. Tradisi Toron Petolekoran pun menjadi penanda tersendiri bahwa semarak Lebaran telah tiba di wilayah pesisir Probolinggo.(*)
Apa Reaksi Anda?