Mengintip Perjalanan Ayah 9 Anak Asal Tasikmalaya Ikuti Mudik Gratis ke Solo dan Yogyakarta

Program Mudik Gratis 2026 Polres Tasikmalaya Kota berangkatkan 114 pemudik ke Solo dan Yogyakarta, ringankan beban biaya, kuatkan silaturahmi, dan tunjukkan wajah humanis kepolisian.

Maret 17, 2026 - 13:30
Mengintip Perjalanan Ayah 9 Anak Asal Tasikmalaya Ikuti Mudik Gratis ke Solo dan Yogyakarta

TASIKMALAYA Polres Tasikmalaya Kota menjadi saksi suasana pagi yang cerah, seolah merestui peserta mudik gratis yang penuh harapan. Udara segar berpadu dengan riuh suara koper yang diseret, tas besar yang dipanggul, serta tawa anak-anak yang saling bersahutan di tengah keramaian.

Sejak pagi, halaman Mapolres telah dipadati ratusan pemudik dari berbagai penjuru kota. Mereka datang membawa satu tujuan yang sama: pulang ke kampung halaman tanpa terbebani biaya perjalanan, menjadikan momen ini sebagai bagian hangat dari tradisi mudik menjelang Idul Fitri.

Di antara kerumunan itu, terselip kisah yang mencuri perhatian. Yusuf Hidayat, warga Kecamatan Cihideung, hadir bersama istri dan sembilan anaknya, menghadirkan potret nyata tentang arti keluarga, perjuangan, dan harapan dalam perjalanan mudik.

CDN Image

Sejumlah personel polisi saat membantu peserta mudik naik ke bus di halaman Polres Tasikmalaya Kota, Selasa (17/3/2026). (FOTO: Harniwan Obech/TIMES Indonesia)

Dua unit bus besar terparkir rapi, siap mengantar para penumpang menuju kampung halaman di Jawa Tengah. Petugas kepolisian tampak sigap membantu, mulai dari mengangkat barang ke bagasi, mengatur antrean, hingga memastikan setiap penumpang mendapatkan tempat duduk.

Beberapa ibu terlihat menggendong anak kecil, sementara anak-anak lainnya berlarian kecil di sela keramaian. Di sisi lain, para personel kepolisian berdiri berderet di pintu bus, mengatur arus naik penumpang dengan penuh kesabaran.

Program ini bukan sekadar fasilitas transportasi gratis. Lebih dari itu, ia menjadi simbol kehadiran negara dalam membantu masyarakat kecil merayakan momen penting bersama keluarga.

Di tengah keramaian itu, Yusuf Hidayat tampak sibuk memastikan seluruh anggota keluarganya siap berangkat. Ia bolak-balik mengecek barang bawaan, memanggil anak-anaknya satu per satu, memastikan tidak ada yang tertinggal.

CDN Image

Bersama istri dan sembilan anak, ia mengikuti program Mudik Gratis 2026 yang digelar oleh Polres Tasikmalaya Kota dengan tema “Mudik Gratis, Keluarga Bahagia.”

Tujuan mereka adalah dua kota di Jawa Tengah, yakni Surakarta dan Yogyakarta—dua daerah yang menjadi magnet bagi para perantau untuk kembali ke akar mereka.

Dengan jumlah anggota keluarga yang besar, biaya perjalanan tentu menjadi beban yang tidak ringan. Program mudik gratis ini menjadi solusi nyata yang sangat ia syukuri.

Saat ditemui awak media, Yusuf tak bisa menyembunyikan rasa harunya. Senyum sederhana mengembang di wajahnya saat ia mengenang pengalaman sebelumnya.

“Ini udah keempat kalinya. Kepada Kapolres, jangan bosan-bosan saja,” ujarnya sambil tertawa ringan. Selasa (17/3/2026) 

Ucapan itu terdengar sederhana, namun menyimpan makna yang dalam. Ini bukan sekadar candaan, melainkan harapan tulus dari seorang kepala keluarga yang merasakan langsung manfaat program tersebut.

Empat kali mengikuti program mudik gratis menunjukkan konsistensi dan keberlanjutan program ini. Bagi Yusuf, mudik gratis bukan hanya perjalanan pulang, tetapi telah menjadi bagian dari tradisi hidup keluarganya.

Program Mudik Gratis yang digelar oleh Polres Tasikmalaya Kota menjadi salah satu solusi konkret dalam menjawab kebutuhan masyarakat menjelang Lebaran.

Tahun ini, sebanyak 114 pemudik diberangkatkan dalam satu rombongan menuju Solo dan Yogyakarta.

Lebih dari sekadar transportasi gratis, program ini memiliki dampak luas, di antaranya mengurangi kepadatan kendaraan pribadi di jalan raya, menekan angka kecelakaan lalu lintas, memberikan rasa aman dan nyaman bagi pemudik serta membantu keluarga dengan keterbatasan ekonomi.

Program ini juga menjadi bagian dari rangkaian Operasi Ketupat 2026 yang rutin digelar setiap tahun oleh kepolisian.

Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Andi Purwanto, menegaskan bahwa program ini merupakan bentuk pelayanan nyata kepada masyarakat.

“Semoga bisa memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Kapolres kepada awak media

Kisah Yusuf Hidayat adalah cerminan dari jutaan keluarga Indonesia yang menjalani tradisi mudik setiap tahun. 

Lebih dari sekadar perjalanan, mudik adalah tentang sebuah kerinduan pada kampung halaman, satu kebersamaan keluarga, pengorbanan orang tua serta satu arapan akan masa depan anak-anak.

Bayangkan perjalanan jauh dengan sembilan anak—sebuah tantangan yang tidak mudah. Mulai dari mengatur logistik, menjaga anak-anak agar tetap aman, hingga memastikan mereka nyaman selama perjalanan panjang.

Namun di balik semua itu, ada kebahagiaan sederhana yang tak ternilai pulang ke rumah.

Program ini juga memperlihatkan sisi lain dari institusi kepolisian. Tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai pelayan masyarakat.

Personel Polres Tasikmalaya Kota terlihat aktif membantu pemudik, bahkan dalam hal-hal kecil sekalipun—mengangkat barang, mengatur antrean, hingga memastikan anak-anak naik ke bus dengan aman.

Pendekatan humanis seperti ini menjadi kunci dalam membangun kepercayaan publik serta mempererat hubungan antara aparat dan masyarakat.

Di akhir perbincangan, Yusuf menyampaikan harapan sederhana yang menggambarkan suara banyak pemudik lainnya.

Ia berharap program mudik gratis ini terus berlanjut di tahun-tahun mendatang.

Bagi Yusuf dan ratusan pemudik lainnya, program ini bukan sekadar bantuan sesaat. Ia adalah jembatan untuk menjaga tradisi, mempererat keluarga, dan menghadirkan kebahagiaan.

Di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern, kisah seperti ini mengingatkan bahwa kebahagiaan sejati seringkali hadir dalam hal-hal sederhana seperti perjalanan pulang, bersama orang-orang tercinta.

"Sekal lagi, terima kasih pak Kapolres,"ungkap Yusup. (*)

 

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow