Pasar Murah Ramadan Yogya Diserbu Warga, Harga Lebih Murah, Pemkot Jamin Stok Aman Jelang Lebaran
Pemkot Yogyakarta gelar pasar murah Ramadan di Balai Kota, sediakan beras, telur, gula, minyak lebih murah Rp2.000–Rp3.000 untuk jaga daya beli dan tekan inflasi jelang Lebaran.
Menjelang Hari Raya Idul Fitri, Pemerintah Kota Yogyakarta menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat melalui gelaran pasar murah Ramadan di kompleks Balai Kota Yogyakarta. Kegiatan ini langsung disambut antusias warga yang berburu kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau dibandingkan pasaran.
YOGYAKARTA Program ini terselenggara berkat kolaborasi antara Pemkot Yogyakarta, Bank Indonesia, Bulog, serta sejumlah distributor pangan. Selain membantu masyarakat, langkah ini juga menjadi strategi konkret dalam menekan laju inflasi daerah.
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menegaskan bahwa pasar murah merupakan salah satu instrumen penting dalam menjaga stabilitas harga menjelang Lebaran.
“Harga di sini bisa lebih rendah Rp2.000 sampai Rp3.000 dibanding pasar. Ini supaya masyarakat tidak menumpuk pembelian di pasar umum,” ujar Hasto, Selasa (17/3/2026).
Strategi Kendalikan Inflasi dan Jaga Daya Beli
Menurut Hasto, meskipun stok pangan menjelang Lebaran relatif aman, daya beli masyarakat mengalami sedikit penurunan akibat tekanan inflasi. Oleh karena itu, pemerintah hadir dengan intervensi langsung melalui pasar murah yang menyediakan komoditas strategis.
Beberapa bahan pokok yang dijual antara lain beras, telur, gula, dan minyak goreng—komoditas yang selama ini dikenal sensitif terhadap fluktuasi harga.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan panic buying.
“Tidak perlu borong berlebihan. Stok aman dan pemerintah akan terus menjaga ketersediaan barang di pasar,” tegasnya.
Selain itu, Hasto turut mengajak masyarakat untuk mencintai produk lokal serta mendukung pelaku usaha di lingkungan sekitar.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta, Veronica Ambar Ismuwardani, menjelaskan bahwa total komoditas yang disiapkan dalam pasar murah ini mencapai sekitar 5 ton.
Bank Indonesia turut berperan dengan memberikan subsidi biaya distribusi, sehingga harga jual bisa ditekan lebih rendah.
“Selama Ramadan, pasar murah sudah digelar di 14 kemantren. Ini menjadi penutup rangkaian kegiatan dengan skala lebih besar di Balai Kota,” jelasnya.
Harga Pangan Masih Stabil, Stok Dipastikan Aman
Meski beberapa komoditas masih tergolong tinggi, Pemkot memastikan ketersediaannya tetap terjaga. Saat ini, harga daging sapi berada di kisaran Rp145.000 per kilogram, daging ayam Rp40.000–Rp42.000 per kilogram, dan telur ayam sekitar Rp30.000 per kilogram.
Sekretaris Daerah Kota Yogyakarta, Dedi Budiono, menilai pasar murah menjadi indikator penting bahwa pasokan pangan masih dalam kondisi aman.
“Kalau pasokan terjaga dan harga terkendali, maka pelaksanaan Idulfitri bisa berjalan dengan lancar tanpa gejolak ekonomi,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, turut disalurkan bantuan paket sembako dari PT Manna Kampus kepada 100 petugas kebersihan di lingkungan Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta. Bantuan ini menjadi bentuk kepedulian sosial di tengah momentum Ramadan.
Salah satu warga, Agung Kusuma Ambarwati, mengaku sangat terbantu dengan adanya pasar murah ini. Ia menyebut harga yang ditawarkan jauh lebih ringan dibandingkan pasar tradisional.
“Telur di sini Rp25.000 per kilogram, di pasar bisa Rp30.000. Beras juga lebih murah. Sangat membantu sekali,” ungkap warga Pandeyan tersebut.
Ia berharap kegiatan serupa dapat diperluas ke berbagai wilayah agar lebih banyak masyarakat merasakan manfaatnya.
Tingginya minat masyarakat menunjukkan bahwa pasar murah Ramadan bukan sekadar program rutin, melainkan solusi nyata yang tepat sasaran. Dengan harga lebih terjangkau dan stok terjamin, masyarakat bisa lebih tenang dalam memenuhi kebutuhan jelang Lebaran.
Pemkot Yogyakarta pun berkomitmen untuk terus menghadirkan program serupa sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas ekonomi sekaligus melindungi daya beli masyarakat. (*)
Apa Reaksi Anda?