Ribuan Konten Hoaks Mengancam Generasi Digital, UWG Malang dan TIMES Indonesia Cetak Jurnalis Positif
Di tengah derasnya arus informasi digital dan maraknya berita hoaks di media sosial, berkolaborasi dengan menggelar Pelatihan Jurnalistik 2026
MALANG - Di tengah derasnya arus informasi digital dan maraknya berita hoaks di media sosial, berkolaborasi dengan menggelar Pelatihan Jurnalistik 2026 yang berlangsung di Auditorium Lantai 4 Kampus 2 UWG Malang, Rabu (20/5/2026).
Kegiatan yang diikuti 65 peserta dari mahasiswa UWG, mahasiswa lintas kampus di Malang, pelajar SMA/SMK hingga wartawan umum itu menjadi magnet baru bagi generasi muda yang ingin memahami dunia jurnalistik secara profesional, positif, dan konstruktif.
Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor 2 UWG, . Dalam sambutannya, ia menilai antusiasme peserta menjadi bukti bahwa minat generasi muda terhadap dunia kepenulisan dan media masih sangat tinggi.
“Ruangan ini penuh. Ini membuktikan bahwa keinginan menjadi penulis berita sangat positif. Mahasiswa UWG harus menjadi kepanjangan promosi kampus. Berita hari ini ada dalam genggaman kita,” ujar Dr. Riman.
Ia juga menegaskan bahwa slogan UWG “Menjadi Generasi Unggulan yang Beradab” harus tercermin dalam setiap karya tulis mahasiswa.
“Dalam menulis harus menyajikan hal-hal baik, beradab, dilandasi ilmu dan iman. Dalam agama pun kita diajarkan menyampaikan informasi yang baik. Saya yakin peserta di sini adalah generasi unggul dan beradab,” tambahnya.
Kegiatan tersebut diketuai oleh selaku Kepala Humas UWG. Dalam laporannya, ia menyampaikan bahwa pelatihan jurnalistik tidak hanya menjadi ruang belajar, tetapi juga strategi membangun citra positif kampus melalui budaya literasi.
“Sebulan flyer dipublikasikan, Alhamdulillah respons peserta sangat bagus. Tahun depan kegiatan ini kami targetkan menjadi event nasional dengan menggandeng media televisi nasional,” jelas Ramadhana.
Menurutnya, budaya menulis sangat penting untuk melatih kepekaan terhadap isu-isu positif yang dapat memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
Pelatihan menghadirkan jajaran pemateri dari dan UWG danTIMES Indonesia/
Dalam sesi materinya, Yuli Trijanto, Direktur Marketing TIMES Indonesia menekankan pentingnya membangun identitas sebagai “jurnalis positif”.
“Apa yang kita tulis harus berita positif, bukan negatif. Google akan mendeteksi kita sebagai jurnalis positif,” tegasnya.
Sementara itu, Siti Khodijah, Kabiro TIMES Indonesia Malang membedah strategi penulisan digital berbasis SEO dan penguatan keyword agar berita mampu menembus pencarian Google.
Ia juga mengingatkan pentingnya dokumentasi visual dalam karya jurnalistik.
“Foto harus diambil lebih dari satu. Caption foto juga wajib memenuhi unsur 5W1H,” ujarnya.
Adapun Imanudin, editor TIMES Indonesia menyoroti bahaya informasi palsu yang kini marak beredar di media sosial. Ia menegaskan bahwa jurnalisme harus berpijak pada fakta dan verifikasi.
“Berita harus benar sesuai fakta dan perlu diklarifikasi kepada sumber valid. Banyak informasi di media sosial yang tidak bisa dipertanggungjawabkan dan berpotensi menyesatkan,” katanya.
Ia menambahkan, wartawan harus mampu menjadi jembatan netral dalam menyikapi konflik maupun peristiwa publik.
Materi penutup disampaikan oleh Rangga Pahlevi yang membahas strategi konten media sosial efektif menggunakan konsep AIDA (Attention, Interest, Desire, Action).
Menurutnya, konten digital yang baik harus mampu menarik perhatian sekaligus membangun kepercayaan publik.
Pelatihan jurnalistik ini juga diperkuat dengan materi tentang “Jurnalisme Positif” dan “Ketahanan Informasi Nasional” yang menyoroti pentingnya membangun rekam jejak digital yang sehat, konstruktif, dan edukatif di tengah era banjir informasi.
Melalui kolaborasi ini, UWG Malang dan TIMES Indonesia ingin mencetak generasi muda yang tidak hanya mahir menulis berita, tetapi juga mampu menjadi penyebar informasi positif, beretika, dan bertanggung jawab di era digital. (*)
Apa Reaksi Anda?