Rembug Ekologi di Kota Batu Dorong Pelestarian Sumber Air Berkelanjutan

Komitmen menjaga kelestarian sumber mata air kembali ditegaskan dalam kegiatan Rembug Ekologi di Desa Bulukerto, Keamanan Bumiaji.

April 23, 2026 - 18:32
Rembug Ekologi di Kota Batu Dorong Pelestarian Sumber Air Berkelanjutan

KOTA BATU - Komitmen menjaga kelestarian sumber mata air kembali ditegaskan dalam kegiatan Rembug Ekologi bertema Setiap Tetes adalah Pertaruhan antara Hidup dan Kehidupan yang digelar dalam rangkaian Festival Mata Air di Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji, Kamis (23/4/2026).

Forum tersebut menjadi ruang dialog antara pemerintah, masyarakat, dan pegiat lingkungan untuk membahas pentingnya menjaga cadangan air sekaligus memastikan aktivitas ekonomi warga tetap berjalan.

Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Batu, Heli Suyanto, menegaskan pemerintah daerah mendukung penuh gerakan pelestarian sumber air karena keberadaannya sangat penting bagi masa depan masyarakat.

"Kami mendukung penuh kegiatan yang berorientasi pada pelestarian sumber mata air. Pemerintah juga terus berupaya menghadirkan kebijakan yang tidak hanya menjaga lingkungan, tetapi tetap memperhatikan aspek ekonomi masyarakat," ujarnya.

Menurutnya, banyak warga yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas di kawasan hutan dan lahan sekitar sumber air. Karena itu, kebijakan lingkungan tidak bisa dilakukan secara sepihak tanpa mempertimbangkan kebutuhan masyarakat.

"Kami tidak bisa serta-merta membuat kebijakan tanpa melihat kondisi masyarakat yang beraktivitas di hutan. Mereka mencari nafkah di sana, sehingga perlu solusi yang seimbang antara ekologi dan ekonomi," katanya.

Sebagai langkah nyata, Pemkot Batu mendorong program perhutanan sosial dan pengembangan klaster pertanian berbasis pasar. Warga diarahkan menanam komoditas bernilai ekonomi seperti kopi dan alpukat agar tetap produktif sekaligus mendukung penghijauan.

"Kami membentuk klaster agar hasil pertanian masyarakat memiliki pasar yang jelas. Prinsipnya, apa pun yang ditanam petani harus memiliki nilai jual sehingga kesejahteraan mereka tetap terjaga," jelasnya.

Heli juga menekankan pentingnya edukasi mengenai keterkaitan antara kawasan hulu dan keberlangsungan mata air. Ia mencontohkan, beberapa sumber air di Kota Batu ternyata dipengaruhi kondisi daerah tangkapan air yang berada jauh di kawasan pegunungan.

"Sumber mata air di kawasan Gemulo, misalnya, ternyata berasal dari wilayah Gunung Arjuna. Artinya, upaya revitalisasi tidak cukup hanya di sekitar sumber, tetapi juga harus menyasar titik-titik hulu yang lebih luas," ungkapnya.

Karena itu, ia menilai kegiatan seremonial seperti festival harus dibarengi aksi nyata berupa rehabilitasi lahan kritis, penanaman pohon, dan pengawasan kawasan resapan air.

"Kami sangat mendukung kegiatan seperti ini, tetapi yang lebih penting adalah tindak lanjut berupa aksi konkret di lapangan," tegasnya.

Politisi Gerindra tersebut menambahkan, pelestarian air bukan hanya tanggung jawab Kota Batu semata. Menurut dia, daerah lain yang turut menikmati aliran air dari kawasan hulu Batu juga perlu terlibat dalam upaya menjaga kelestariannya.

"Sumber mata air dari wilayah Sumber Brantas mengalir ke beberapa kabupaten dan kota. Karena itu, daerah yang turut merasakan manfaatnya juga harus ikut bertanggung jawab dalam upaya pelestarian," pungkasnya. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow