Remaja Derita Gizi Buruk, Ini Kata Dinkes Pemkab Bondowoso

Remaja usia 15 tahun di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, menderita gizi buruk. ...

Juni 15, 2023 - 20:10
Remaja Derita Gizi Buruk, Ini Kata Dinkes Pemkab Bondowoso

TIMESINDONESIA, BONDOWOSO – Remaja usia 15 tahun di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, menderita gizi buruk. Remaja bernama Prasetyo merupakan salah seorang warga Desa Pancoran, Kecamatan Bondowoso, Kabupaten Bondowoso.

Meski usianya sudah 15 tahun, tetapi Prasetiyo tidak bisa beraktivitas. Dia hanya terbaring di tempat tidur. Pertumbuhan Prasetyo tidak mengalami perkembangan. Dia hanya terkulai lemas sejak lahir.

Karena kondisi itu, setiap aktivitas seperti makan, minum hingga BAB membutuhkan bantuan orang lain.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Bondowoso, Agus Winarno menjelaskan, yang bersangkutan lahir normal dan dalam kondisi sehat. Bahkan orang tuanya rutin membawanya ke Posyandu.

Saat usia 15 hari, Prasetyo mengalami kejang-kejang sebanyak dua kali. Petugas Puskesmas tetap melakukan pemeriksaan.

Sementara dari hasil pemeriksaan, ternyata Prasetyo menderita penyakit hidrosefalus.

Kemudian sekitar usia enam tahun, dia dirujuk oleh Puskesmas melalui Dinas Kesehatan ke RS Saiful Anwar Malang.

"Hanya bertahan seminggu di sana, tidak tahu kenapa, keluarga minta pulang paksa," terang dia.

Akibat pulang paksa itu kata dia, yang bersangkutan tidak mendapatkan penanganan lebih lanjut. Padahal waktu itu akan dioperasi. Akhirnya Prasetyo hanya mendapatkan pengobatan di rumah. 

Setelah kondisi remaja itu viral di pemberitaan beberapa waktu lalu. Kemudian pihak puskesmas merujuk Prasetyo ke RSUD dr Koesnadi.

Itupun awalnya pihak keluarga tidak berkenan dirujuk. Petugas memberikan pemahaman agar keluarga setuju dan yang bersangkutan mendapatkan penanganan intensif. 

Sesampainya di IGD keluarga yang bersangkutan minta pulang. Kemudian diberikan pemahaman lagi hingga akhirnya setuju anaknya dirawat di RS.

Tetapi kemudian keluarga membawa pulang paksa Prasetyo. Bahkan pulang tanpa pemberitahuan. Padahal yang bersangkutan punya jaminan kesehatan.

"Ya kalau keluarga tidak mau dirujuk, yang penting puskesmas dan Pustu tetap memantau kesehatannya setiap bulan," jelas dia.

Adapun penanganan gizi buruk yang disertai penyakit bawaan kata dia, maka yang perlu disembuhkan dulu penyakit bawaannya. 

"Apalagi seperti Hidrosepalus ini. Maka Hidrosepalusnya dulu yang disembuhkan. Sambil lalu gizinya ditambah," jelas dia.

Sebab jika penyakit bawaannya tidak ditangani terlebih dahulu. Maka kesulitan untuk menangani kekurangan gizinya.

"Sakit ini penanganannya harus intensif dan terus menerus. Makanya kenapa kita rujuk," jelas dia. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow