Ramadan di SMA Muhammadiyah 1 Kepanjen: Rutinitas Formal dan Ibadah yang Subtansial

Ramadan bulan kemuliaan yang hadir setiap tahun, Kegiatan ini menjadi rutinitas yang perlu disesuaikan dalam dunia pembelajaran. Mengurangi KBM dan memperdalam kajian keagamaan.

Maret 18, 2026 - 09:30
Ramadan di SMA Muhammadiyah 1 Kepanjen: Rutinitas Formal dan Ibadah yang Subtansial

MALANG Ramadan bulan kemuliaan yang hadir setiap tahun, Kegiatan ini menjadi rutinitas yang perlu disesuaikan dalam dunia pembelajaran. Mengurangi KBM dan memperdalam kajian keagamaan. Di SMA Muhammadiyah 1 Kepanjen Malang bulan ramadan dimanfaatkan untuk pembinaan spiritual karakter siswa dalam memperdalam ilmu agama islam.

Kegiatan meliputi sholat dhuha berjamaah, tadarus al-quran, dan kultum. Namun, apakah hal tersebut cukup untuk membentuk karakter secara subtansial atau hanya sekedar rutinitas formal yang dijalankan? 

Perlu disadari kegiatan keagamaan di sekolah memang sering dianggap sebagai agenda rutin yang telah terjadwal setiap tahunnya. Sehingga, perlu di tumbuhkan lagi makna ramadhan dalam hati siswa. Menanamkan nilai karakter, membangun kesadaran secara spiritual dalam beribadah, dan menjadi disiplin dalam memanfaatkan waktu di bulan ramdhan untuk musahabah diri. 

Ramadhan seharusnya menjadi pondasi untuk memperkuat pendidikan keagamaan bukan sekedar menahan lapar dan dahaga, bermalas-malasan, dan mengantuk. Namun, bentuk pengendalian diri, kedisiplinan, kejujuran, intropeksi, dan belajar menjadi manusia yang berbenah untuk lebih taat. 

CDN Image

SMA Muhammadiyah 1 Kepanjen berkomitmen untuk menjaga keseimbangan pendidikan akademik dan nilai karakter siswa. Oleh karena itu, di sekolah bukan hanya menghadirkan kegiatan rutin ramadhan, namun menjadikan ramdhan sebagai momentum siswa untuk menjadi lebih baik. Hal ini, dilakukan dengan menciptakan kegiatan interaktif antara siswa dan guru secara akademik maupun suptansial. Sehingga terciptanya kesimbangan antara kecerdasan akademik dan nilai karakter islami yang baik dalam diri siswa. 

Pada tanggal 2-6 Maret 2026, SMA Muhammadiyah 1 Kepanjen menggabungkan antara keseimbangan pendidikan akademik dan keagaamaan secara interaktif dengan cara melaksanakan sholat dhuha berjamaah yang dipimpin oleh salah satu siswa sebagai imam secara bergantian untuk menumbuhkan jiwa kedisiplinan dan melatih melaksanakan ibadah sunnah yang meningkatkan semangat di pagi hari, dilanjutkan dengan kultum menarik dan konseptual oleh siswa secara interaktif antara siswa dan guru untuk menumbuhkan jiwa kepemimpinan dan melatih public speaking siswa.

Guru dan siswa lain berkesempatan mencatat topik yang di sampaikan dan bertanya untuk mengkirtisi poin-poin penting yang telah didengarkan. Selanjutnya, tadarus Al-quran untuk menumbuhkan kebersamaan cinta al-quran yang di pimpin oleh masing-masing guru ismuba sesuai golongan kelas (al-quran atau tahfidz). 

Kegiatan keagamaan yang menarik menjadikan siswa lebih semangat untuk melaksanakan kegiatan KBM dengan guru. Guru juga memfasilitasi berbagai modul ajar yang telah disiapkan terkonsep dan inspiratif untuk menghindari rasa malas, mengantuk akibat berpuasa. Sehingga, kegiatan KBM berjalan dengan lancar dan efektif meskipun dalam suasana bulan suci ramadhan. 

“Kegiatan ramadhan di sekolah tahun ini membuat saya merasa senang karena tidak monoton sebagai rutinitas belajar di kelas, tapi diajarkan terjun langsung menyeimbangkan pembelajaran dan keagamaan.’’ ujar salah satu siswa di SMA Muhammadiyah 1 Kepanjen, Malang. Hal ini membuktikan bahwa, kerjasama antara guru dan siswa sangat penting untuk menciptakan pendidikan yang berkualitas. Bukan hanya sekedar rutinitas, namun secara subtansial. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow