Rais NU Majalengka Dorong Kader PKB Perkuat Silaturahmi dan Literasi Keumatan

Rais Syuriah PCNU Majalengka, KH Anwar Sulaiman, menegaskan kembali ikatan historis dan ideologis antara PKB dan Nahdlatul Ulama.

Maret 19, 2026 - 22:31
Rais NU Majalengka Dorong Kader PKB Perkuat Silaturahmi dan Literasi Keumatan

MAJALENGKA Suasana hangat penuh kebersamaan menyelimuti Kantor DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Majalengka. Dalam momentum dialog ulama yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama itu 

Para kiai, tokoh masyarakat, dan kader partai berkumpul memperkuat sinergi di tengah dinamika sosial dan keagamaan yang terus berkembang.

Kegiatan ini menjadi lebih dari sekadar forum diskusi. Ia menjelma ruang konsolidasi nilai, tempat bertemunya gagasan keulamaan dan arah perjuangan politik berbasis keislaman serta kebangsaan.

Rais Syuriah PCNU Majalengka, KH Anwar Sulaiman, menegaskan kembali ikatan historis dan ideologis antara PKB dan Nahdlatul Ulama.

Menurutnya, PKB lahir dari rahim NU dengan mandat menjaga dan memperjuangkan nilai-nilai Islam Ahlussunah wal Jamaah dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Komitmen tersebut, lanjutnya, tercermin melalui penguatan pesantren, peran strategis kiai di tengah masyarakat, hingga pemberdayaan ekonomi umat sebagai fondasi keadilan sosial.

Lebih jauh, KH Anwar Sulaiman mengingatkan pentingnya kader PKB untuk terus meningkatkan literasi serta memperluas jaringan silaturahmi, khususnya dengan para kiai dan pengasuh pesantren.

"Silaturahmi yang kuat dan literasi yang tajam menjadi kunci dalam merawat tradisi, memperkuat basis, dan menghadirkan perjuangan politik yang berpijak pada nilai-nilai keulamaan dan kemaslahatan umat," ujarnya, Kamis (19/3/2026)

Dalam forum yang sama, Anggota DPR RI sekaligus Wakil Sekretaris Dewan Syuro DPP PKB, KH Maman Imanulhaq, menegaskan bahwa kader PKB harus mampu menjadi jembatan antara ulama dan umat dalam konteks kebangsaan yang lebih luas.

"PKB tidak boleh tercerabut dari akar sejarahnya. Kekuatan kita ada pada kiai, pesantren, dan umat. Karena itu, silaturahmi bukan sekadar tradisi, tetapi strategi perjuangan," tegasnya.

Sementara itu, Ketua DPC PKB Majalengka, Juhana Zulfan, menekankan komitmen partainya untuk terus memperkuat konsolidasi melalui pendekatan kultural berbasis nilai-nilai NU.

Silaturahmi, menurutnya, akan terus dijadikan gerakan bersama dalam mempererat hubungan dengan kiai, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen umat.

Kehadiran para ulama dan tokoh penting dari berbagai kalangan menambah bobot forum ini. Dialog ulama tersebut menjadi momentum strategis dalam memperkuat kolaborasi antara ulama dan umara, demi mewujudkan Majalengka yang religius, berdaya, dan berkeadilan.

Di tengah dinamika zaman yang terus bergerak cepat, forum ini menjadi pengingat bahwa kekuatan silaturahmi dan nilai keulamaan tetap menjadi fondasi utama dalam menjaga arah perjuangan politik yang berakar pada moralitas dan kepentingan umat. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow