Puskesmas Tempurejo Buka Layanan Jemput Bola bagi Pasien Lansia hingga Difabel

Puskesmas Tempurejo, Kabupaten Jember memberikan layanan ekstra kepada masyarakat yang sulit mengakses fasilitas kesehatan di puskesmas dengan program jemput bola atau homecare.

Juli 13, 2026 - 16:30
Puskesmas Tempurejo Buka Layanan Jemput Bola bagi Pasien Lansia hingga Difabel

JEMBER - Puskesmas Tempurejo, Kabupaten Jember memberikan layanan ekstra kepada masyarakat yang sulit mengakses fasilitas kesehatan di puskesmas dengan program jemput bola atau homecare.

Mereka di antaranya penyandang disabilitas, orang lanjut usia (lansia), dan penderita penyakit kronis yang tidak mampu mendatangi puskesmas secara langsung.

​Kepala Puskesmas Tempurejo, dr. Reni Septa Anggraeni, menegaskan bahwa esensi dari layanan ini adalah memastikan tidak ada satu pun warga di wilayah kerjanya yang terabaikan hak kesehatannya karena kendala mobilitas.

​"Kegiatan yang kami lakukan ini adalah bentuk komitmen pelayanan proaktif. Kami turun langsung mengunjungi rumah sasaran atau pasien-pasien yang memang menjadi target utama kami, terutama mereka yang memiliki kekurangan fisik atau disabilitas, para lansia yang ruang geraknya terbatas, hingga ibu hamil dengan risiko tinggi," ujar dr. Reni saat ditemui di sela-sela kegiatannya, Senin (13/7/2026).

​Kali ini, tim medis Puskesmas Tempurejo menyisir wilayah dan mengunjungi lima pasien dengan indikasi medis serta kebutuhan penanganan yang sangat spesifik.

"Pasien yang mengalami gejala tekanan darah tinggi (hipertensi gestasional) yang berlangsung secara terus-menerus sejak awal masa kehamilannya. Kondisi ini memerlukan pengawasan ketat demi keselamatan ibu dan janin dan dua warga penyandang tunanetra yang membutuhkan pemeriksaan kesehatan umum serta edukasi khusus mengenai sanitasi dan kesehatan di tempat tinggal mereka," jelas dr.Reni. 

​Salah satu fokus perhatian dalam kunjungan kali ini adalah pemantauan terhadap pasien penderita kanker payudara. Reni memaparkan bahwa pasien tersebut telah berjuang melawan penyakitnya selama kurang lebih dua tahun terakhir, terhitung sejak tahun 2024 hingga tahun 2026 ini.

Pasien tersebut telah menjalani operasi pengangkatan payudara (mastektomi) dan kini tengah berada dalam fase pemulihan serta pengobatan berkelanjutan.

​"Setelah tindakan mastektomi, pasien harus menjalani kemoterapi lanjutan dan diwajibkan mengonsumsi obat setiap hari secara disiplin. Pasien pasca-kemoterapi biasanya sering mengalami berbagai efek samping atau gejala tertentu saat berada di rumah. Di sinilah peran penting tim Home Care untuk memantau, mendampingi, dan memastikan kondisi klinisnya tetap stabil," jelas dr. Reni.

 

​Kabar baiknya, dr. Reni memastikan bahwa seluruh biaya pengobatan jangka panjang yang dijalani oleh pasien kanker tersebut tidak membebani keluarga.

Pembiayaan pasien telah dijamin penuh oleh program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui skema Universal Health Coverage (UHC) yang difasilitasi oleh pemerintah.

​Layanan homecare ini terjadwal sebanyak dua kali dalam satu bulan oleh Puskesmas Tempurejo.

​Dalam setiap kunjungannya, petugas kesehatan tidak hanya sekadar menyapa, tetapi melakukan pemeriksaan klinis komprehensif layaknya di ruang pemeriksaan puskesmas. Pemeriksaan tersebut meliputi pengecekan Tanda-Tanda Vital (TTV) seperti memeriksa tekanan darah, kadar gula darah, dan sebagainya. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow