Provider Biznet Siap Dukung Kepastian Perda Ducting Kabel di Kota Malang
Biznet nyatakan siap ikuti regulasi ducting Pemkot Malang. Penurunan kabel bawah tanah dinilai lebih rapi, namun butuh infrastruktur matang dan biaya 3-4 kali lipat.
MALANG Penyedia layanan internet Biznet menyatakan siap mendukung dan mengikuti regulasi Pemkot Malang terkait rencana penataan kabel jaringan dengan sistem ducting atau penurunan kabel ke bawah tanah. Kebijakan tersebut tengah disiapkan Pemkot Malang melalui Perda Ducting untuk menata kabel udara yang selama ini dinilai semrawut.
Regional Manager Area Biznet, Ranu Mardianto mengatakan, pihaknya pada prinsipnya akan menyesuaikan diri dengan kebijakan pemerintah daerah di wilayah operasionalnya.
“Kalau kami dari Biznet sendiri mengikuti regulasi yang ada di kota tersebut. Ketika pemkot memiliki kebijakan ducting atau penurunan kabel, secara prinsip infrastruktur kami akan menyesuaikan dengan peraturan yang berlaku,” ujar Ranu, Sabtu (7/3/2026).
Ia mencontohkan penerapan kebijakan serupa yang telah dilakukan di Kota Madiun. Saat pemerintah daerah menetapkan sistem ducting, pihak Biznet menyesuaikan jaringan infrastrukturnya mengikuti regulasi tersebut.
“Secara regulasi kita akan mengikuti, itu sudah menjadi mandatory dari manajemen kami,” ungkapnya.
Meski demikian, Ranu mengakui proses penurunan kabel ke bawah tanah tidak mudah karena membutuhkan kesiapan infrastruktur serta perencanaan matang dari pemerintah daerah.
“Bisa dikatakan cukup sulit. Artinya infrastruktur memang harus benar-benar disiapkan dan dikaji oleh pemerintah kota,” katanya.
Ia menambahkan, apabila kebijakan tersebut melibatkan para penyedia layanan internet (provider), Biznet siap terlibat dalam diskusi untuk memberikan masukan teknis.
“Kami siap ikut urun rembuk jika memang melibatkan provider,” tegasnya.
Terkait rencana yang sedang disusun di Kota Malang, Ranu menilai hal terpenting adalah kesiapan infrastruktur serta regulasi yang mampu mengakomodasi seluruh provider, bukan hanya satu perusahaan.
“Apakah infrastrukturnya memadai atau tidak, dan apakah benar-benar mengakomodir semua provider secara umum. Jadi bukan cuma Biznet yang punya kepentingan,” katanya.
Menurutnya, hingga saat ini pihak Biznet belum menerima informasi resmi terkait detail teknis penerapan sistem ducting di Kota Malang.
Dari sisi manfaat, penggunaan kabel bawah tanah dinilai memiliki sejumlah kelebihan dibanding kabel udara konvensional. Salah satunya dari segi estetika kota yang terlihat lebih rapi.
“Dari segi estetika jelas lebih baik, kota jadi lebih rapi. Kemudian dari sisi keamanan juga lebih aman dari gangguan cuaca,” paparnya.
Namun, sistem ducting juga memiliki sejumlah tantangan, terutama dari sisi biaya pembangunan infrastruktur yang jauh lebih mahal. “Kalau minusnya mungkin di biaya. Bisa tiga sampai empat kali lipat karena harus menggali tanah, memasang subduct, lalu menarik kabel,” ungkapnya.
Selain itu, gangguan teknis tetap berpotensi terjadi, salah satunya dari hewan pengerat seperti tikus yang dapat merusak kabel di bawah tanah.
Di sisi lain, Ranu juga menilai teknologi jaringan tanpa kabel atau berbasis gelombang elektromagnetik memang lebih modern, namun tetap memiliki risiko tersendiri.
“Karena menggunakan sistem gelombang elektromagnetik, tentu bergantung pada faktor cuaca. Kalau cuaca tiba-tiba memburuk, potensi gangguan juga bisa terjadi,” jelasnya.
Saat ini, Biznet mencatat hampir 5.000 pelanggan aktif di Kota Malang. Mayoritas pengguna berasal dari sektor residensial, terutama perumahan dan apartemen yang menggunakan layanan Biznet Home.
Untuk paket layanan di Kota Malang, harga yang ditawarkan mulai dari Rp175 ribu per bulan dengan kapasitas bandwidth hingga 100 Mbps.
Ranu mengatakan pihaknya juga menargetkan pertumbuhan pelanggan sekitar 30 persen pada tahun 2026. Strategi utama yang dilakukan adalah meningkatkan kualitas layanan agar memberikan pengalaman terbaik bagi pelanggan.
“Kami ingin memberikan experience yang baik sehingga promosi bisa terjadi dari mulut ke mulut,” imbuhnya.
Selain pengembangan jaringan darat, Biznet juga tengah fokus memperluas infrastruktur jaringan melalui pembangunan kabel bawah laut guna mendukung pemerataan akses internet di Indonesia.
Salah satu proyek yang tengah dikembangkan adalah jaringan dari Gresik menuju Pulau Bawean, serta dari Pulau Madura menuju kawasan Kepulauan Kangean.
Di sisi keamanan, Biznet juga terus mengedukasi pelanggan agar menggunakan internet secara aman guna menghindari penipuan atau scam digital.
“Melalui media sosial kami, terutama Instagram, kami terus memberikan edukasi bagaimana perilaku pengguna internet yang aman, seperti menjaga email dan menerapkan kebiasaan internet sehat,” pungkasnya. (*)
Apa Reaksi Anda?