Ramadan Nyaman, Dinkes Kota Batu Kawal Keamanan Jajanan Pasar Takjil
Di balik ramainya lapak Ramadan, Dinas Kesehatan Kota Batu turun tangan memastikan takjil yang beredar bebas dari bahan berbahaya.
BATU Perburuan takjil jelang berbuka puasa tak hanya jadi momen berburu kolak dan gorengan. Di balik ramainya lapak Ramadan, Dinas Kesehatan Kota Batu turun tangan memastikan takjil yang beredar bebas dari bahan berbahaya.
Sejak akhir Februari, tim kesehatan menyisir sejumlah pasar takjil di berbagai titik Kota Batu. Pengawasan dilakukan untuk menjamin makanan dan minuman (mamin) yang dijual aman dikonsumsi masyarakat selama Ramadan.
Tenaga Sanitasi Lingkungan Ahli Muda Dinkes Kota Batu, Esty Setya Windari, mengatakan pengambilan sampel dilakukan selama dua hari, 24-25 Februari. Berbagai jenis takjil diuji menggunakan rapid test kit untuk mendeteksi kandungan zat kimia berbahaya.
"Ada empat parameter kimia yang menjadi fokus, yakni metanil yellow, boraks, formalin, dan rhodamin B. Zat-zat ini kerap disalahgunakan untuk mempercantik warna atau memperpanjang daya simpan makanan,"ujarnya, Senin (2/3/2026).
Tak hanya uji kimia, pemeriksaan juga menyasar aspek bakteriologis, terutama untuk mendeteksi keberadaan bakteri Escherichia coli (E. coli) sebagai indikator kebersihan air dan higienitas proses pengolahan.
Berdasarkan pemetaan, pasar takjil yang diawasi tersebar di lima wilayah kerja puskesmas, meliputi Jalan Samadi Desa Pesanggrahan, Pusdik Pendem, Balai Desa Junrejo, Desa Tlekung, Desa Oro-oro Ombo, kawasan Stadion Gelora Brantas, hingga wilayah Kecamatan Bumiaji.
Esty menegaskan, jika ditemukan indikasi bahan berbahaya, petugas tidak langsung melakukan penyitaan. Tahapan dimulai dari uji ulang untuk memastikan hasil, sebelum dilanjutkan ke pemeriksaan laboratorium sebagai uji penegakan.
"Pengawasan ini bukan hanya penindakan, tapi juga edukasi. Kami ingin pedagang lebih selektif memilih bahan baku dan menjaga kebersihan produksi, sehingga masyarakat bisa menikmati takjil dengan aman dan nyaman," tegasnya.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya preventif Pemkot Batu untuk menekan risiko keracunan pangan.
"Paling penting yaitu menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pasar takjil yang setiap tahun menjadi denyut ekonomi musiman di bulan suci," tuturnya. (*)
Apa Reaksi Anda?