Pemkab Bondowoso Targetkan Perbaikan Jalan Alternatif Tuntas Sebelum Idul Fitri

Pemkab Bondowoso perbaiki ruas jalan alternatif pengganti Jembatan Sentong dengan metode tambal sulam. Bantuan aspal dari Provinsi Jatim, target selesai sebelum Idul Fitri.

Maret 7, 2026 - 19:00
Pemkab Bondowoso Targetkan Perbaikan Jalan Alternatif Tuntas Sebelum Idul Fitri

BONDOWOSO Pemerintah Kabupaten Bondowoso mulai memperbaiki sejumlah ruas jalan alternatif, yang digunakan sebagai jalur pengalihan arus setelah penutupan Jembatan Sentong.

Perbaikan tersebut dilakukan menyusul banyaknya keluhan pengendara terkait kondisi jalan yang sempit dan berlubang.

Langkah perbaikan mulai dilakukan pada Jumat (6/3/2026) dengan metode tambal sulam di beberapa titik yang mengalami kerusakan cukup parah. Bupati Abd Hamid Wahid mengecek langsung pengerjaannya. 

Jalur alternatif tersebut selama ini menjadi akses utama bagi kendaraan dari arah Bondowoso menuju Jember maupun sebaliknya.

Kepala Dinas Bina Marga Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (BSBK) Bondowoso, Ansori mengatakan, perbaikan dimulai setelah pemerintah daerah memperoleh bantuan material aspal dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

“Perbaikan sudah mulai kita kerjakan. Sesuai arahan Pak Bupati dan Pak Wakil Bupati, kita mendapat dukungan aspal dari provinsi untuk memperbaiki jalur alternatif ini,” ujarnya.

Ia menjelaskan, perbaikan difokuskan pada sejumlah ruas yang saat ini menjadi jalur utama pengalihan arus selama proses penggantian Jembatan Sentong berlangsung. Beberapa ruas yang diperbaiki di antaranya jalur Tamanan - Kalianyar Maesan – Grujugan – Tenggarang hingga ke Bataan.

Metode yang digunakan saat ini masih berupa tambal sulam menggunakan aspal drum untuk menutup lubang-lubang jalan yang berpotensi membahayakan pengendara.

Menurut Ansori, selain aspal, perbaikan jalan juga membutuhkan sejumlah material pendukung lain yang akan dipenuhi melalui pengadaan oleh pemerintah daerah. 

Ia menargetkan perbaikan jalur alternatif tersebut dapat diselesaikan sebelum Hari Raya Idul Fitri agar mobilitas masyarakat tetap lancar.

Sebelum bantuan aspal tiba, pemerintah daerah lebih dulu melakukan penanganan sementara dengan menutup lubang jalan menggunakan material sirtu (pasir dan batu) yang dipadatkan. Upaya tersebut dilakukan untuk mengurangi risiko kecelakaan bagi pengguna jalan.

“Langkah awal kita tutup dengan sirtu agar tidak terlalu dalam dan membahayakan. Sambil menunggu aspal dari provinsi datang,” jelasnya, Sabtu (7/3/2026). 

Ia mengakui kondisi beberapa ruas jalan di jalur alternatif memang mengalami kerusakan cukup berat. Karena itu, penanganan yang dilakukan saat ini bersifat darurat sembari menunggu perbaikan yang lebih permanen di kemudian hari.

Dengan adanya perbaikan ini, pemerintah berharap arus lalu lintas selama penutupan Jembatan Sentong tetap berjalan lancar serta dapat meminimalkan potensi kecelakaan akibat kondisi jalan yang rusak. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow