Program Studi Spesialis Keperawatan Medikal Bedah FIKES UB Gelar Webinar Bahas Peran Strategis Perawat Spesialis di Era Transformasi Layanan Kesehatan

Program Studi Spesialis Keperawatan Medikal Bedah Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Brawijaya Malang (FIKES UB)

Mei 29, 2026 - 13:00
Program Studi Spesialis Keperawatan Medikal Bedah FIKES UB Gelar Webinar Bahas Peran Strategis Perawat Spesialis di Era Transformasi Layanan Kesehatan

MALANG - Program Studi Spesialis Keperawatan Medikal Bedah Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Brawijaya Malang (FIKES UB) menyelenggarakan webinar nasional yang membahas peran dan fungsi perawat spesialis dalam transformasi layanan kesehatan modern. Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber nasional di bidang keperawatan spesialis serta diikuti oleh peserta dari berbagai institusi kesehatan dan akademik di Indonesia.

Webinar dibuka oleh Dekan FIKES UB, Prof. Dr. Dian Handayani, S.KM., M.Kes., Ph.D yang menegaskan bahwa perawat spesialis memiliki peran strategis sebagai agen perubahan dalam sistem pelayanan kesehatan. Menurutnya, peningkatan kompleksitas kebutuhan pasien saat ini menuntut tenaga keperawatan memiliki kompetensi klinis tingkat lanjut, kemampuan kepemimpinan, serta keterampilan kolaborasi antarprofesi.

Salah satu narasumber utama, Prof. Dr. Nursalam selaku Ketua Kollegium Keperawatan Indonesia, memaparkan mengenai pemetaan karier dan kerangka regulasi spesialis keperawatan di Indonesia. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan pentingnya pengembangan program pendidikan spesialis yang terstruktur dan selaras dengan kebijakan kesehatan nasional.

“Pengembangan spesialis keperawatan membutuhkan standar kompetensi yang jelas serta dukungan regulasi yang kuat agar pengakuan profesional di tatanan praktik dapat berjalan optimal,” jelas Prof. Nursalam. FIKES UB - 1

Beliau juga menjelaskan bahwa pengakuan spesialis keperawatan telah diatur dalam Undang-Undang Kesehatan Nomor 17, namun implementasi di lapangan masih memerlukan penguatan regulasi dan sistem pengembangan karier yang lebih terarah.

Selain itu, webinar juga menghadirkan Dr. Enny Multiatsih, perawat spesialis keperawatan medikal bedah dari Jakarta, yang membahas pentingnya peran perawat spesialis dalam layanan neurologi. Ia menekankan bahwa perawat spesialis tidak hanya berperan sebagai tenaga klinis, tetapi juga sebagai inovator layanan, pemimpin peningkatan mutu, praktisi berbasis bukti, serta kolaborator antarprofesi dalam sistem kesehatan.

Dalam sesi tersebut, Dr. Enny memaparkan enam peran strategis perawat spesialis, antara lain sebagai inovator klinis, pemimpin peningkatan kualitas layanan, champion keselamatan pasien, hingga transformator sistem kesehatan berbasis kebutuhan pasien.

Webinar turut membahas perkembangan spesialisasi keperawatan di berbagai bidang, seperti neurologi, onkologi, kardiologi, urologi, hingga perioperatif. Diskusi juga menyoroti implementasi peran Clinical Care Manager (CCM) dalam meningkatkan keselamatan pasien dan efektivitas pelayanan rumah sakit.

Pada sesi berikutnya, Endah sebagai narasumber membahas peran spesialis keperawatan dalam layanan onkologi dan perawatan paliatif. Ia menekankan pentingnya kemampuan komunikasi, kepemimpinan klinis, dan pendekatan humanis dalam mendampingi pasien kanker dan keluarga.

“Perawatan kanker di masa depan membutuhkan perawat yang tidak hanya kompeten secara klinis, tetapi juga mampu memimpin, berkolaborasi, dan memanfaatkan teknologi digital secara efektif,” ujarnya. FIKES UB - 2

Selain webinar ilmiah, peserta juga diajak mengikuti virtual tour fasilitas Fakultas Ilmu Kesehatan UB, termasuk ruang OSCE, laboratorium keterampilan klinis, laboratorium nutrisi dan mikrobiologi, ruang kuliah, ruang konseling, hingga fasilitas pendukung lainnya di Gedung A dan Gedung B.

Kegiatan juga diisi dengan sosialisasi Program Studi Spesialis Keperawatan Medikal Bedah oleh Dina Dewi Sartika Lestari. Dalam presentasinya, dijelaskan bahwa program ini dirancang untuk menjawab kebutuhan layanan kesehatan yang semakin kompleks dengan kurikulum berbasis standar nasional dan internasional.

Program pendidikan tersebut memiliki durasi tiga semester dengan kombinasi pembelajaran sekitar 50 persen daring dan 50 persen luring, serta rotasi praktik klinik di berbagai bidang spesialisasi seperti kardiovaskular dan onkologi.

Dina juga menyampaikan bahwa pendaftaran mahasiswa baru akan dibuka mulai 1 Juni mendatang. Selain itu, pihak program studi terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan, termasuk target meraih akreditasi unggul guna memperluas peluang beasiswa dan pengembangan akademik di masa mendatang.

Melalui webinar ini, FIKES UB berharap dapat memperkuat pemahaman masyarakat dan tenaga kesehatan mengenai pentingnya peran perawat spesialis dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan, sekaligus mendorong lahirnya tenaga keperawatan profesional yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow