Program MBG Belum Terealisasi, Lansia di Pangandaran Kehilangan Bantuan Permakanan

Setelah programnya dihentikan, kondisi lansia yang hidup sebatang kara kini banyak bergantung pada kepedulian masyarakat sekitar dan dukungan pemerintah desa setempat.

April 16, 2026 - 13:01
Program MBG Belum Terealisasi, Lansia di Pangandaran Kehilangan Bantuan Permakanan

PANGANDARAN - Program permakanan lansia dari Kementerian Sosial yang telah berjalan sejak 2022 resmi dihentikan dan akan digantikan Makan Bergizi Gratis (MBG). Namun, program itu hingga kini belum terealisasi di Kabupaten Pangandaran.

Staf Penelaah Teknis Kebijakan Dinas Sosial Pangandaran, Wiragita Arifni Matahari, mengatakan sebelumnya program permakanan menyasar lansia dengan kriteria tertentu.

"Penerima manfaat merupakan lansia usia 75 tahun, tinggal sendiri, dan masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS)," ujarnya, Kamis (16/4/2026).

Ia menjelaskan, dalam program permakanan lansia dari Kemensos itu setiap penerima mendapatkan satu kali pengantaran untuk dua kali makan, yang terdiri dari nasi, sayur, lauk nabati, lauk hewani, buah, dan air mineral.

Menu makanan juga dirotasi setiap 10 hari sekali.

Adapun anggaran yang dialokasikan sebesar Rp15.000 per porsi. Berdasarkan data terakhir, terdapat 1.170 lansia penerima manfaat di Pangandaran, dengan jumlah terbanyak berada di Kecamatan Padaherang.

Setelah programnya dihentikan, kondisi lansia yang hidup sebatang kara kini banyak bergantung pada kepedulian masyarakat sekitar dan dukungan pemerintah desa setempat.

"Untuk lansia yang benar-benar tidak memiliki keluarga, saat ini dibantu oleh warga sekitar dan pemerintah desa," jelasnya.

Sementara itu, pemerintah pusat sebelumnya mewacanakan penyaluran program pengganti melalui MBG mulai Januari 2026. Namun hingga saat ini, distribusi bantuan tersebut belum berjalan.

Rencananya, makanan dalam program MBG akan diproduksi oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan disalurkan melalui kelompok masyarakat (pokmas) yang sebelumnya terlibat dalam program permakanan.

Belum terealisasinya program pengganti itu menimbulkan kekosongan bantuan bagi lansia penerima manfaat. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow