Program CERIA Jadi Strategi Surabaya Perkuat Bonding Keluarga dan Literasi Anak

Pemkot Surabaya meluncurkan Program CERIA 2026 untuk memperkuat literasi keluarga. Bunda Literasi Rini Indriyani tekankan pentingnya mendongeng bagi orang tua muda.

Mei 6, 2026 - 19:31
Program CERIA Jadi Strategi Surabaya Perkuat Bonding Keluarga dan Literasi Anak

SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menghadirkan Program CERIA (Cerita Ayah Eri dan Bunda Rini Itu Asyik) Tahun 2026 sebagai upaya memperkuat literasi keluarga. Program yang diinisiasi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispursip) Surabaya ini difokuskan untuk melatih serta mendorong orang tua muda dalam membangun kedekatan emosional dengan anak sejak usia dini.

Bunda Literasi Kota Surabaya, Rini Indriyani, menekankan pentingnya membangun literasi sejak dini melalui pendekatan sederhana, salah satunya melalui kegiatan mendongeng.

"Literasi itu dibangun mulai usia dini dan bisa dilakukan oleh semua orang. Contohnya dengan mendongeng," ujar Bunda Rini, Rabu (6/5/2026).

Ia menjelaskan, aktivitas mendongeng tidak hanya berkontribusi pada peningkatan kosakata dan imajinasi anak, tetapi juga menjadi sarana penting membangun bonding atau ikatan emosional antara orang tua dan anak. Menurutnya, keterlibatan ayah maupun ibu dalam mendongeng akan memberikan dampak ganda bagi perkembangan bahasa dan psikologis anak.

"Mendongeng yang dilakukan ibu maupun ayah tidak hanya memperkaya kosakata dan imajinasi anak, tetapi juga membangun bonding. Ada komunikasi, interaksi, hingga sentuhan yang menjadi fondasi hubungan keluarga yang kuat," jelasnya.

Bunda Rini turut mengapresiasi antusiasme peserta Bimbingan Teknis (Bimtek) CERIA 2026, khususnya para orang tua muda di Surabaya. Ia menilai ketertarikan mereka menjadi modal besar dalam menciptakan generasi yang cerdas berkomunikasi.

Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Surabaya ini meyakini kebiasaan mendongeng secara rutin akan memberikan dampak signifikan. "Jika kita mendongeng dengan 100 kosakata setiap hari, anak bisa menyerap 200 hingga 300 kosakata, bahkan lebih banyak dari kita. Ini juga menumbuhkan imajinasi yang mendorong inovasi saat mereka dewasa," imbuhnya.

Meski demikian, ia mengakui tantangan utama orang tua saat ini adalah pembagian waktu di tengah kesibukan. Bunda Rini mendorong orang tua untuk memanfaatkan momen sekecil apa pun, seperti saat hari libur atau sebelum tidur.

Bahkan, menurutnya, mendongeng tidak harus selalu menggunakan buku cerita. Orang tua bisa memanfaatkan benda-benda di sekitar sebagai media. "Misalnya saat makan ada jeruk, kita bisa berdongeng tentang jeruk itu; warnanya, rasanya, hingga manfaatnya. Itu bisa dilakukan kapan saja," paparnya.

Ia berharap program CERIA mampu memperkuat ketahanan keluarga sekaligus membentuk karakter anak-anak Surabaya melalui kolaborasi peran ayah dan ibu yang seimbang.

Senada dengan hal itu, Kepala Dispursip Kota Surabaya, Yusuf Masruh, menyampaikan bahwa Program CERIA adalah bagian dari strategi memperkuat literasi masyarakat yang menyasar keluarga muda. "Harapannya keluarga pemula bisa memberikan wawasan dan cerita berkualitas kepada putra-putrinya," kata Yusuf.

Sebagai informasi, Bimtek CERIA 2026 dilaksanakan dalam dua gelombang pada 6 Mei dan 11 Mei 2026 di Gedung Wanita Candra Kencana Surabaya. Setiap gelombang diikuti sekitar 300 peserta yang mendapatkan pelatihan mengenai ketahanan keluarga hingga teknik bercerita yang efektif. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow