Presiden Prabowo Salurkan 14 Sapi Kurban untuk Sulawesi Tengah
Presiden Prabowo Subianto menyalurkan 14 sapi kurban untuk Sulawesi Tengah pada Idul Adha 2026. Sapi terberat berbobot 922 kilogram akan disembelih di Masjid Raya Baitul Khairaat Palu.
JAKARTA - Presiden RI Prabowo Subianto menyalurkan 14 ekor sapi kurban untuk Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) pada momentum Idul Adha 1447 Hijriah/2026.
Sebanyak 13 ekor sapi didistribusikan ke 13 kabupaten/kota di Sulawesi Tengah, sementara satu ekor lainnya diserahkan kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah untuk kemudian disalurkan kepada masyarakat.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Perkebunan dan Peternakan Sulawesi Tengah, Dandy Alfita, mengatakan bantuan hewan kurban tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah pusat dalam mendukung pelaksanaan ibadah kurban sekaligus berbagi dengan masyarakat di berbagai daerah.
“Sebanyak 13 ekor hewan kurban didistribusikan ke 13 kabupaten/kota, sedangkan satu ekor lainnya diberikan untuk Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah untuk disalurkan kepada masyarakat,” kata Dandy di Palu, Senin.
Khusus sapi kurban untuk Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, hewan tersebut rencananya akan disembelih di Masjid Raya Baitul Khairaat, Kota Palu. Sapi itu memiliki bobot 922 kilogram dan menjadi yang terberat di antara seluruh bantuan presiden di wilayah Sulteng.
Sapi jenis simental bernama “Si Kentung” tersebut berasal dari peternakan lokal di Kelurahan Kabonena, Kecamatan Ulujadi, Kota Palu. Hewan berusia sekitar tiga tahun itu terpilih setelah melalui proses seleksi ketat oleh pemerintah daerah bersama tim teknis.
Menurut Dandy, proses penjaringan dilakukan terhadap sejumlah sapi dari berbagai kabupaten/kota di Sulawesi Tengah. Namun, “Si Kentung” dinilai paling memenuhi kriteria, terutama dari sisi bobot badan yang mencapai 922 kilogram.
“Kami sudah mendapatkan satu ekor sapi yang menjadi pilihan dengan bobot terberat. Sudah dilakukan identifikasi kesehatan dan penimbangan, serta pemberian obat cacing untuk memastikan kondisi organ dalam tetap sehat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, seleksi tidak hanya berfokus pada ukuran fisik, tetapi juga mencakup pemeriksaan kesehatan menyeluruh guna memastikan hewan bebas dari penyakit menular, termasuk penyakit mulut dan kuku (PMK), serta gangguan parasit internal.
Tim dokter hewan juga telah melakukan langkah preventif melalui pemberian obat cacing demi menjaga kualitas daging dan kesehatan organ dalam menjelang penyembelihan.
Selain faktor kesehatan, lokasi peternakan juga menjadi pertimbangan penting. Peternakan di Kelurahan Kabonena dinilai memenuhi standar pemeliharaan, mulai dari kebersihan kandang, kualitas pakan, hingga sistem perawatan.
“Khusus penyaluran hewan kurban berbobot 922 kilogram, kami koordinasikan antara pemda setempat dan Biro Kesra Pemprov Sulteng supaya pelaksanaannya berjalan lancar dan tepat sasaran,” tutur Dandy.
Pemerintah daerah bersama tim terkait juga terus melakukan pemantauan berkala terhadap seluruh hewan kurban bantuan presiden, baik dari sisi kesehatan maupun kesiapan distribusi, agar seluruh proses berjalan optimal hingga hari penyembelihan.(*)
Apa Reaksi Anda?