Ponpes Al Islah Bondowoso Sembelih 980 Hewan Kurban, Ada dari Kapolri dan Presiden RI

Pondok Pesantren Al Islah, Dadapan Grujugan Bondowoso kembali dipercaya menjadi pusat penyembelihan dan distribusi hewan kurban pada Hari Raya Idul Adha tahun 2026.

Mei 27, 2026 - 13:31
Ponpes Al Islah Bondowoso Sembelih 980 Hewan Kurban, Ada dari Kapolri dan Presiden RI

BONDOWOSO - Pondok Pesantren Al Islah, Dadapan Grujugan Bondowoso kembali dipercaya menjadi pusat penyembelihan dan distribusi hewan kurban pada Hari Raya Idul Adha tahun 2026. Total sebanyak 980 hewan kurban disembelih, terdiri dari kambing dan sapi yang berasal dari dalam maupun luar negeri.

Salah satu pengasuh Ponpes Al Islah Grujugan Bondowoso, Gus Yasin Dhiaul Haq mengatakan, mayoritas hewan kurban berasal dari muslim Singapura yang kembali mengamanahkan penyembelihan di Al Islah.

Menurutnya, total ada 807 kambing dari muslim Singapura dan 87 ekor sapi. Kemudian dari Indonesia ada 38 kambing dan 9 sapi. Termasuk juga kurban dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, Kapolri Listyo Sigit Prabowo, Zulkifli Hasan dan sejumlah uang pejabat lainnya. 

Ia bersyukur Ponpes Al Islah kembali dipercaya menangani hewan kurban dari Presiden dan Kapolri. Menurutnya, jumlah keseluruhan hewan kurban tahun ini mencapai 980 ekor dan masih kemungkinan bertambah karena ada beberapa belum terdata.

Daging kurban nantinya dibagikan kepada jemaah Al Islah, wali santri, santri, hingga masyarakat sekitar. Selain itu, distribusi juga menyasar sejumlah pesantren, lembaga dan masjid yang mengajukan permohonan bantuan daging kurban.

“Banyak pengajuan dari pesantren, lembaga dan masjid. Namun tahun ini sebagian kami batasi karena jumlah kurban terbatas. Mudah-mudahan tahun depan bisa bertambah,” katanya.

Panitia menyediakan sekitar 15 hingga 20 ribu kupon pembagian daging kurban yang sudah termasuk daging sapi, kambing serta jeroan. Mayoritas penerima berasal dari Bondowoso, namun distribusi juga dilakukan ke sejumlah daerah lain seperti Jember, Banyuwangi, Sidoarjo, Jombang dan Bangil.

Untuk mempermudah proses pembagian, panitia menyiapkan empat jalur distribusi. Jalur pertama dikhususkan bagi lansia dan ibu hamil agar tidak terlalu lama mengantre dan berdesakan.

“Jalur kedua untuk kaum pria atau bapak-bapak, sebelahnya muslimat, dan paling barat khusus drive thru. Jadi masyarakat tidak usah capek-capek antre lama, naik motor langsung pulang,” jelasnya.

Gus Yasin menambahkan, pihak pesantren juga bekerja sama dengan Dinas Peternakan untuk memastikan seluruh hewan kurban bebas dari penyakit menular. Selain itu, pengamanan melibatkan unsur TNI dan Polri.

Dalam proses penyembelihan, Ponpes Al Islah menerapkan tata cara sesuai syariat Islam dengan memperhatikan adab terhadap hewan kurban. Panitia membuat sekat khusus antara hewan yang belum disembelih dan yang sudah dipotong.

“Kita menjaga adab-adab terhadap hewan kurban. Tidak boleh menyakiti hewan dan tidak boleh membiarkan hewan yang masih hidup melihat hewan yang sedang disembelih atau yang sudah mati,” paparnya.

Bahkan, panitia menyediakan bilik-bilik khusus agar suara hewan yang disembelih tidak terdengar oleh hewan lain yang masih hidup.

“Bilik-bilik ini untuk mencegah hewan yang masih hidup melihat hewan yang sudah mati, agar suara hewan yang disembelih tidak terdengar hewan yang masih hidup,” tambahnya.

Dalam pelaksanaan penyembelihan hingga distribusi, Ponpes Al Islah melibatkan lebih dari 600 panitia yang terdiri dari santri, ustaz dan jemaah sekitar.

“Kita butuh panitia banyak juga. Karena hari ini tepatnya dzuhur semua sudah beres, setelah itu pembagian, dan sore sebelum maghrib sudah selesai hingga penutupan,” pungkasnya. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow