Polbangtan Malang Perkuat SDM Pertanian Unggul, Siapkan Generasi Siap Kerja dan Dukung Swasembada Pangan
Politeknik Pembangunan Pertanian Malang (Polbangtan Malang) terus memperkuat perannya sebagai institusi pendidikan vokasi yang menyiapkan SDM pertanian unggul, profesional, dan berdaya saing.
MALANG - Upaya mewujudkan swasembada pangan nasional tidak hanya bergantung pada peningkatan produksi, tetapi juga pada kualitas sumber daya manusia (SDM) pertanian yang mampu menjawab tantangan zaman. Dalam konteks tersebut, Politeknik Pembangunan Pertanian Malang terus memperkuat perannya sebagai institusi pendidikan vokasi yang menyiapkan SDM pertanian unggul, profesional, dan berdaya saing.
Penguatan kompetensi melalui pelatihan, sertifikasi, praktik lapangan, hingga kolaborasi dengan dunia industri menjadi langkah nyata yang dilakukan Polbangtan Malang untuk mencetak lulusan siap kerja sekaligus siap menghadapi transformasi pertanian modern.
Komitmen penguatan SDM pertanian ini sejalan dengan arah pembangunan pertanian nasional yang menempatkan regenerasi petani dan peternak muda sebagai kunci keberlanjutan swasembada pangan. Kementerian Pertanian melalui berbagai program pelatihan dan sertifikasi terus mendorong lahirnya tenaga pertanian profesional yang adaptif terhadap teknologi dan kebutuhan industri.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pembangunan SDM menjadi fondasi utama dalam memperkuat sektor pertanian nasional.
“Kami akan menekankan program kerja pada upaya membangun SDM pertanian dengan menyelenggarakan pelatihan berkualitas dan membangun infrastruktur penunjang,” ujar Amran.
Dalam berbagai kegiatan penguatan kompetensi, Polbangtan Malang aktif terlibat dalam peningkatan kapasitas SDM bidang pertanian dan peternakan modern, termasuk mendukung asesmen kompetensi dan sertifikasi profesi. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan lulusan memiliki standar kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja dan industri agribisnis saat ini.
Salah satu peran strategis tersebut dijalankan melalui Tim Tempat Uji Kompetensi (TUK) Polbangtan Malang yang aktif mendukung pelaksanaan sertifikasi kompetensi mahasiswa. Tim TUK berperan dalam memfasilitasi proses asesmen, pendampingan kompetensi, hingga memastikan peserta memiliki kemampuan sesuai standar profesi di bidang pertanian dan peternakan.
Sebanyak 390 mahasiswa tingkat III dan IV Polbangtan Malang telah mengikuti sertifikasi kompetensi melalui berbagai skema uji kompetensi yang diselenggarakan. Pelaksanaan sertifikasi tersebut mencakup berbagai bidang kompetensi pertanian dan peternakan yang disesuaikan dengan kebutuhan industri dan perkembangan teknologi pertanian modern.
Melalui keberadaan TUK, mahasiswa tidak hanya memperoleh ijazah akademik, tetapi juga pengakuan kompetensi yang menjadi nilai tambah saat memasuki dunia kerja. Pendekatan ini sekaligus memperkuat link and match antara pendidikan vokasi dengan kebutuhan industri pertanian modern.
Pendekatan pembelajaran berbasis praktik melalui teaching factory (TEFA), sertifikasi kompetensi, dan kolaborasi lintas sektor menjadi kekuatan utama Polbangtan Malang dalam mencetak lulusan yang tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki keterampilan teknis dan kemampuan manajerial di lapangan.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan bahwa pengembangan SDM pertanian menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing nasional.
“Pengembangan SDM pertanian merupakan kunci penting untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing sektor pertanian maupun peternakan Indonesia,” jelasnya.
Selain itu, penguasaan teknologi pertanian modern juga menjadi perhatian utama. Mulai dari mekanisasi pertanian, pengelolaan peternakan berbasis teknologi, hingga penerapan digitalisasi dan precision farming terus diperkenalkan kepada mahasiswa agar mampu beradaptasi dengan perkembangan dunia pertanian global.
Melalui penguatan kualitas pendidikan vokasi, sertifikasi kompetensi, dan pengalaman praktik langsung di lapangan, Polbangtan Malang diharapkan mampu melahirkan generasi muda pertanian yang inovatif, adaptif, dan memiliki daya saing tinggi.
Peran tersebut menjadi semakin penting di tengah tantangan regenerasi petani dan kebutuhan peningkatan produksi pangan nasional. Dengan SDM pertanian yang unggul, modernisasi pertanian diyakini dapat berjalan lebih cepat sehingga target swasembada pangan nasional dapat terwujud secara berkelanjutan. (*)
Apa Reaksi Anda?