PMII Pacitan Siap Demo PLN, Tuntut Kompensasi atas Pemadaman Listrik Berulang

PMII Pacitan siap gelar aksi ke PLN memprotes pemadaman listrik berulang dan menuntut kompensasi bagi pelanggan, sementara PLN berdalih manajemen beban akibat kendala teknis pembangkit.

Juni 20, 2026 - 18:30
PMII Pacitan Siap Demo PLN, Tuntut Kompensasi atas Pemadaman Listrik Berulang

PACITAN - Seringnya pemadaman listrik yang terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Pacitan mulai memicu reaksi dari kalangan mahasiswa. Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Pacitan berencana menggelar aksi di Kantor PLN sebagai bentuk protes terhadap gangguan listrik yang dinilai telah merugikan masyarakat.

Tak hanya menuntut perbaikan layanan, PMII juga mendesak PLN memberikan kompensasi kepada pelanggan yang terdampak pemadaman berulang dalam beberapa hari terakhir.

Ketua PMII Pacitan, Sunardi, mengatakan pihaknya menerima banyak aduan dari masyarakat terkait layanan kelistrikan yang tidak stabil.

Menurutnya, pemadaman yang terus terjadi telah mengganggu aktivitas warga, mulai dari pelaku usaha, pekerja, hingga kebutuhan rumah tangga.

"Kami melihat banyak keluhan masyarakat terkait seringnya listrik padam. Ini bukan hanya mengganggu aktivitas sehari-hari, tetapi juga berdampak pada pelaku usaha dan berbagai sektor lainnya. Karena itu kami ingin datang ke PLN untuk menyampaikan aspirasi masyarakat," kata Sunardi, Sabtu (20/6/2026).

Menurut dia, selama ini masyarakat selalu diminta memahami berbagai kendala yang dihadapi PLN. Namun di sisi lain, pelanggan yang mengalami kerugian akibat gangguan layanan justru belum mendapatkan kejelasan mengenai bentuk pertanggungjawaban perusahaan.

"Jangan hanya masyarakat yang diminta memahami kondisi yang terjadi dan jadi objek denda. PLN juga harus memikirkan bentuk pertanggungjawaban kepada pelanggan yang dirugikan. Banyak usaha yang terganggu, pekerjaan terhambat, bahkan ada potensi kerugian ekonomi akibat listrik yang sering padam," tegasnya.

Sunardi menilai PLN sebagai penyedia layanan publik harus mampu menjamin kualitas pelayanan kepada pelanggan. Terlebih listrik saat ini telah menjadi kebutuhan utama yang menunjang hampir seluruh aktivitas masyarakat.

Karena itu, PMII mengajak masyarakat yang terdampak pemadaman untuk menyampaikan keluhannya secara terbuka. Aduan tersebut akan menjadi bahan evaluasi sekaligus memperkuat tuntutan yang akan dibawa dalam aksi nanti.

Saat ini, rencana aksi masih dalam tahap konsolidasi internal. PMII mengaku tengah mematangkan waktu pelaksanaan dan substansi tuntutan yang akan disampaikan kepada PLN.

Kendala Teknis Jadi Alasan

Di tengah meningkatnya keluhan masyarakat, PLN mengakui adanya penurunan kapasitas suplai listrik yang berdampak pada sistem kelistrikan Jawa Timur.

PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur menjelaskan kondisi tersebut dipicu kendala teknis operasional pada sektor pembangkit sehingga pasokan listrik yang masuk ke sistem mengalami penurunan. Untuk menjaga stabilitas jaringan, PLN menerapkan manajemen beban secara terbatas di sejumlah wilayah.

"Sehubungan dengan adanya kendala teknis operasional pada pembangkit yang menyebabkan penurunan kapasitas suplai listrik, PLN melakukan manajemen beban secara terbatas di beberapa lokasi," tulis PLN dalam keterangannya.

Meski telah menjelaskan penyebab gangguan, hingga kini belum ada kepastian kapan pasokan listrik akan kembali normal sepenuhnya.

Manager PLN ULP Pacitan, Herdina Tri Handayani, saat dikonfirmasi terkait kondisi tersebut menyebut kebijakan pengaturan beban maupun proses normalisasi sistem merupakan kewenangan PLN pusat.

"Yang terkait ini wewenang bukan di kami mas, semua dari pusat yang mengatur," ujarnya melalui pesan singkat.

Sementara itu, Executive Vice President Komunikasi Korporat dan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN, Gregorius Adi Trianto, memastikan pengaturan beban yang saat ini dilakukan hanya bersifat sementara.

"PLN memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan. Manajemen beban ini bersifat sementara dan akan segera dihentikan secara bertahap seiring dengan membaiknya kondisi pasokan sistem," kata Gregorius.

PLN mengaku terus mempercepat proses pemulihan pembangkit dan mengoptimalkan pasokan dari pembangkit lain agar sistem kelistrikan kembali normal.

Namun hingga saat ini, banyak warga mengaku masih kesulitan memperoleh informasi terkait jadwal pemadaman maupun estimasi berakhirnya gangguan listrik yang terjadi hampir setiap hari di sejumlah wilayah Pacitan. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow