PMI Kota Malang Latih Tim Penyelamat dari Seluruh Indonesia, Simulasi Evakuasi Korban Kecelakaan Digelar
Kemampuan menyelamatkan korban kecelakaan lalu lintas menjadi fokus utama dalam Pelatihan Vehicle Accident Rescue (VAR) yang digelar Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Malang pada 19–21 Mei 2026 di Mar
MALANG - Kemampuan menyelamatkan korban kecelakaan lalu lintas menjadi fokus utama dalam Pelatihan Vehicle Accident Rescue (VAR) yang digelar Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Malang pada 19–21 Mei 2026 di Markas PMI Kota Malang. Tidak hanya diikuti relawan PMI, pelatihan ini juga melibatkan peserta lintas daerah dan instansi dari berbagai wilayah di Indonesia.
Sebanyak 31 peserta ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Mereka berasal dari berbagai institusi, mulai dari BAZNAS RI, Damkar Kabupaten Sidoarjo, Petrokimia Gresik, Petrokimia Damkar, hingga sejumlah PMI kabupaten/kota seperti PMI Kabupaten Badung Bali, Gianyar, Karangasem, Blora, Kabupaten Malang, Kota Denpasar, Jakarta Timur, Mojokerto, Pasuruan, Kalimantan Selatan, serta Rumah Sakit Pasirian Lumajang.
“Pelatihan ini digelar sebagai upaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dalam menangani kecelakaan kendaraan yang membutuhkan respons cepat, tepat, dan aman,” ujar Sekretaris PMI Kota Malang, Samsul Hadi, Kamis (21/5/2026).
Samsul menegaskan, tingginya angka kecelakaan lalu lintas membuat kemampuan rescue menjadi kebutuhan penting bagi petugas kemanusiaan maupun tim penyelamat di lapangan.
“Kita mengetahui bersama bahwa angka kecelakaan lalu lintas masih cukup tinggi dan sering kali menimbulkan kondisi darurat yang memerlukan keterampilan khusus dalam proses evakuasi korban. Oleh karena itu, pelatihan Vehicle Accident Rescue ini menjadi sangat penting agar para peserta memiliki kemampuan teknis, koordinasi lapangan, serta pemahaman keselamatan dalam proses pertolongan dan penyelamatan,” ungkapnya.
Selama dua hari pertama, peserta mendapatkan pembekalan teori dari trainer dan instruktur berpengalaman, baik dari BASARNAS maupun internal PMI Kota Malang. Materi yang diberikan meliputi dasar-dasar Vehicle Accident Rescue, teknik evakuasi korban, penggunaan alat rescue, manajemen penanganan lokasi kejadian, hingga prosedur keselamatan petugas saat proses penyelamatan berlangsung.
Tak hanya menerima teori, peserta juga aktif berdiskusi dan berbagi pengalaman terkait penanganan kasus kecelakaan di lapangan.
Puncak kegiatan berlangsung pada hari ketiga melalui praktik lapangan dan simulasi penanganan kecelakaan kendaraan. Dalam simulasi tersebut, peserta melakukan proses evakuasi korban secara langsung menggunakan prosedur dan standar keselamatan rescue.
Suasana pelatihan dibuat menyerupai kondisi darurat sebenarnya, sehingga peserta dituntut mampu bekerja cepat, tepat, dan tetap mengutamakan keselamatan korban maupun petugas.
“Melalui pelatihan ini, kami berharap seluruh peserta dapat meningkatkan kompetensi dan kesiapsiagaan dalam memberikan pelayanan kemanusiaan, khususnya pada kondisi kegawatdaruratan akibat kecelakaan lalu lintas yang membutuhkan penanganan profesional,” tandasnya. (*)
Apa Reaksi Anda?