Perkuat Swasembada Pangan, Bulog Siap Serap Hasil Panen Jagung Program Polri
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani tegaskan dukungan penuh pada program penanaman jagung Polri untuk menjaga swasembada pangan dan stabilitas harga pakan nasional.
OGAN ILIR Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menegaskan komitmen penuh instansinya dalam mendukung program penanaman jagung serentak yang diinisiasi oleh Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Langkah sinergis ini dilakukan untuk memperkuat produksi nasional serta menjaga keberlanjutan swasembada jagung yang telah diraih Indonesia.
Rizal menyatakan bahwa Bulog siap menjadi garda terdepan dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, khususnya komoditas strategis. Hal ini disampaikan saat mendampingi Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo dalam kegiatan penanaman jagung serentak Kuartal I/2026 di Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan.
“Perum Bulog mendukung penuh berbagai inisiatif pemerintah dan lintas sektor dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Kehadiran kami merupakan bentuk komitmen untuk terus bersinergi dengan pemerintah pusat, daerah, aparat, hingga petani,” ujar Rizal dalam keterangan resminya, Senin (9/3/2026).
Bulog Proaktif Serap Produksi untuk Cadangan Nasional
Sebagai BUMN pangan, Bulog memastikan kesiapannya untuk menyerap hasil panen jagung yang dikembangkan oleh jajaran Polri. Langkah proaktif ini bertujuan untuk memperkuat cadangan stok pangan nasional dan menjamin ketersediaan bahan baku pakan ternak di dalam negeri.
Upaya ini selaras dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan jagung sebagai komoditas krusial dalam rantai pasok pangan nasional. Rizal optimistis bahwa kolaborasi lintas sektor ini akan membuat Indonesia lebih tangguh menghadapi dinamika global.
"Kami akan terus mendukung langkah strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga, serta memastikan distribusi pangan berjalan optimal untuk kesejahteraan masyarakat," tambahnya.
Capaian Masif Penanaman Jagung Polri
Pada kesempatan yang sama, Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo memaparkan bahwa program penanaman jagung periode Januari hingga Maret 2026 ini menargetkan lahan seluas 196.175 hektare di seluruh Indonesia. Hingga awal Maret, realisasi fisik telah mencapai lebih dari 146 ribu hektare.
Potensi produksi dari lahan tersebut diperkirakan menembus angka 784 ribu hingga 1,96 juta ton. Kapolri menegaskan bahwa Polri menerima tugas khusus dari Presiden untuk mengawal langsung program swasembada pangan di lapangan.
“Kami optimistis langkah ini akan memberikan dampak signifikan terhadap ketersediaan pangan nasional,” tegas Kapolri.
Indonesia Menuju Kemandirian Pangan Total
Sinergi ini memperkuat posisi Indonesia yang sebelumnya telah dinyatakan swasembada jagung pada akhir 2025 oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Data Kementerian Pertanian per Maret 2026 menunjukkan tren positif, di mana Indonesia juga telah mencapai swasembada untuk komoditas beras, gula konsumsi, aneka cabai, minyak goreng, daging dan telur ayam, hingga bawang merah.
Acara di Ogan Ilir ini turut dihadiri oleh Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, Gubernur Sumsel Herman Deru, serta perwakilan dari Badan Pangan Nasional dan Pupuk Indonesia. (*)
Apa Reaksi Anda?