Peringatan Waisak, 2.570 Umat Buddha se-Indonesia Ikuti Hening Nusantara
Sebanyak 2.570 umat Buddha dari seluruh Indonesia mengikuti acara Hening Nusantara secara serentak di 34 provinsi di Indonesia.
JAKARTA - Sebanyak 2.570 umat Buddha dari seluruh Indonesia mengikuti acara Hening Nusantara secara serentak di 34 provinsi di Indonesia melalui mekanisme hybrid, baik daring maupun luring, dengan pusat kegiatan nasional bertempat di Auditorium HM Rasjidi, Jakarta, Rabu (20/5/2026). Menjadi bagian dari rangkaian Vesākha Sānanda 2570 B.E. dalam peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak 2570 B.E.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha (Dirjen Bimas Buddha) Kementerian Agama, Supriyadi menyampaikan, acara ini diselenggarakan sebagai upaya membangun kesadaran kolektif masyarakat melalui praktik hening, refleksi, dan penguatan nilai-nilai kedamaian dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Berangkat dari dinamika kehidupan modern yang semakin cepat dan penuh tantangan kegiatan ini menghadirkan ruang bersama bagi masyarakat untuk sejenak berhenti dari berbagai aktivitas, menenangkan batin, serta membangun kesadaran diri melalui praktik hening. Praktik tersebut tidak hanya memiliki makna spiritual dalam ajaran Buddha, tetapi juga mengandung nilai universal yang relevan bagi kehidupan masyarakat secara luas,” katanya.
Melalui pendekatan reflektif dan partisipatif, kata dia, kegiatan ini dirancang sebagai gerakan nasional yang melibatkan masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia untuk bersama-sama menumbuhkan nilai kesadaran, kebijaksanaan, toleransi, dan kasih sayang sebagai fondasi kehidupan yang harmonis.
Supriyadi mengatakan, secara keseluruhan, kegiatan Hening Nusantara ini diharapkan dapat menjadi momentum bersama dalam memperkuat nilai kebajikan, meningkatkan kesadaran batin, membangun semangat persatuan dalam keberagaman, serta menghadirkan inspirasi bagi terciptanya kehidupan masyarakat yang harmonis, moderat, dan berkarakter.
“Lewat momentum ini, kami mengajak seluruh umat Buddha se-Indonesia, mari kita kendalikan nafsu kita untuk membersihkan jiwa kita. Semoga kita semua baik yang langsung maupun yang tidak langsung, mari kita lakukan detik-detik Hening Nusantara dengan khidmat. Acara ini memberikan fondasi awal semua umat untuk memasuki puncak acara Hari Raya Waisak pada tanggal 31 Mei 2026, kita perdamaian dalam diri kita dan kepada seluruh dunia,” katanya.
Penjernihan Pikiran
Bhikkhu Sri Pannavaro Mahathera menambahkan, Hening Nusantara yang diikuti oleh umat Buddha di seluruh wilayah sampai pelosok Indonesia dalam rangka merayakan Hari Raya Waisak ini sudah sangat tepat dan baik untuk pengendapan dan penjernihan pikiran.
“Bagi kami, pikiran itu adalah awal dari segala persoalan dan masalah umat manusia. Oleh karena itu, kalau pikiran itu bisa tenang kemudian kotoran-kotoran pikiran itu bisa mengendap dan pikiran menjadi jernih, maka itu adalah awal dari kebahagiaan bagi kita bahkan kedamaian bagi dunia. Semua bencana semua masalah bahkan peperangan, menurut pandangan Buddhis, dimulai dari pikiran," katanya.
"Pikiran adalah pendahulu, pikiran adalah pemimpin, pikiran adalah pencipta. Peperangan diciptakan oleh pikiran manusia, oleh karena itu dari pikiran lah kedamaian harus diciptakan. Kalau pikiran-pikiran para pemimpin besar, penuh dengan perdamaian, menghargai seluruh kehidupan, tidak mungkin peperangan tidak akan terjadi,” jelasnya.
Oleh karena itu, lanjut dia, pikiran adalah hal yang sangat sentral. Hening Nusantara, menurutnya, seperti menggugah umat untuk sadar terhadap pikiran, melihat ke dalam diri. “Dengan melihat ke dalam, maka Anda akan menemukan keteguhan dan kedamaian. Kalau terlalu sibuk memberikan respons pada berita-berita dari luar, Anda tidak akan menemukan kedamaian,” ujarnya.
Diajukan Pencatatan MURI
Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua Umum DPP WALUBI Karuna Murdaya menyampaikan bahwa, kegiatan Hening Nusantara ini diajukan sebagai pencatatan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dalam kategori ‘Kegiatan Hening dengan lokasi terbanyak di 34 provinsi’. Ini menjadi bentuk apresiasi terhadap partisipasi masyarakat dalam gerakan spiritual yang membawa pesan kedamaian dan persatuan.
“Acara diajukan ke MURI yang diikuti lebih dari 2700 orang lebih untuk bermeditasi dari 34 provinsi. Saya rasa, ini momentum yang baik. Kami bersama dengan seluruh komponen Agama Buddha menyerukan persatuan dan kedamaian untuk Bangsa Indonesia lewat acara meditasi ini,” katanya.
Ketua Umum Permabudhi, Philip Kuntjoro Widjaja juga mengaku bersyukur atas terselenggaranya acara Hening Nusantara ini dan menroakan agar Indonesia makin damai.
“Kita senang sekali acara ini terselenggara dari rangkaian peringatan Hari Raya Waisak 2026 menunjukkan kepedulian umat Buddha pada kesejahteraan masyarakat, pada kesuksesan pembangunan bangsa dan negara dan pada seluruh insan agama apa pun, kami mendoakan semoga semua bahagia dan bersyukur supaya tercapai dan mencurahkan segala energi yang membuat Indonesia makin damai,” ujarnya. (*)
Apa Reaksi Anda?