Pemkab Malang Gandeng Swasta Kembangkan Demplot Kentang dan Agrowisata Ngadas
Pemkab Malang menggandeng swasta mengembangkan demplot kentang di Ngadas sekaligus mengintegrasikannya dengan agrowisata kawasan Bromo.
MALANG - Upaya meningkatkan produktivitas komoditas kentang di kawasan pegunungan Kabupaten Malang mulai diarahkan melalui kolaborasi dengan sektor swasta. Wakil Bupati Malang, Dra. Hj. Lathifah Shohib, menggelar audiensi bersama PT Waste Cycle Indonesia untuk membahas pengembangan pertanian kentang berbasis demplot di Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Senin (20/4/2026).
Pertemuan yang berlangsung di Ruang Sri Rajasa tersebut tidak hanya membahas sektor pertanian, tetapi juga membuka peluang integrasi dengan pengembangan pariwisata berbasis agrowisata di kawasan Bromo.
Dalam audiensi tersebut, PT Waste Cycle Indonesia memaparkan rencana pengembangan demplot kentang yang difokuskan di Desa Ngadas. Wilayah ini dikenal sebagai salah satu sentra pertanian di kawasan pegunungan dengan komoditas unggulan seperti kentang, kopi, kakao, tebu, hingga padi.
Lathifah menyebut, produksi kentang di Kabupaten Malang selama ini tergolong tinggi, mencapai belasan hingga puluhan ribu ton setiap tahun. Hal itu didukung kondisi geografis yang ideal, termasuk keberadaan varietas unggulan seperti Granola Kembang yang mampu tumbuh optimal di dataran tinggi hingga 2.200 meter di atas permukaan laut.
“Diharapkan melalui pemanfaatan pupuk organik hayati ini, produktivitas kentang dapat semakin meningkat sehingga mampu mendukung kesejahteraan petani,” ujarnya.
Selain fokus pada peningkatan hasil pertanian, Pemkab Malang juga mengarahkan pengembangan wilayah berbasis integrasi sektor. Lathifah meminta sejumlah organisasi perangkat daerah, seperti Dinas Pariwisata dan Kebudayaan serta Dinas Perumahan Kawasan Permukiman, untuk mengidentifikasi kebutuhan infrastruktur penunjang.
Langkah ini bertujuan agar pengembangan pertanian kentang di kawasan Ngadas dapat berjalan seiring dengan potensi pariwisata, sehingga memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat setempat.
Usulan pembangunan infrastruktur tersebut nantinya akan diinput melalui aplikasi SiTIA PUPR dan dikoordinasikan bersama PU Bina Marga sebagai bagian dari perencanaan pembangunan daerah.
Dengan pendekatan kolaboratif ini, Pemkab Malang berharap sektor pertanian tidak hanya berfokus pada produksi, tetapi juga terintegrasi dengan sektor lain seperti pariwisata guna mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan secara berkelanjutan. (*)
Apa Reaksi Anda?