Pemerintah Mulai Operasi Modifikasi Atasi Cuaca Ekstrem
Pemerintah melalui BMKG dan BNPB memulai operasi modifikasi cuaca di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Bali untuk menekan dampak cuaca ekstrem hingga 40 persen.
JAKARTA Pemerintah memulai operasi modifikasi cuaca (OMC) di sejumlah wilayah Indonesia sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi cuaca ekstrem. Program ini difokuskan di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Bali, dengan beberapa daerah lain masih dalam pemantauan intensif.
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Teuku Faisal Fathani, menyampaikan bahwa pelaksanaan OMC merupakan hasil koordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta pemerintah daerah.
“Mulai hari ini, dalam rangka mengantisipasi kondisi cuaca ekstrem, BMKG dan BNPB akan memulai operasi modifikasi cuaca di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Bali,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu.
BMKG juga menegaskan kondisi di DKI Jakarta terus dipantau. Jika situasi memburuk, pemerintah daerah melalui BPBD setempat berpotensi ikut membiayai pelaksanaan OMC.
Menurut BMKG, cuaca ekstrem yang terjadi belakangan ini dipengaruhi kemunculan bibit siklon tropis 90S dan 93S di selatan Pulau Jawa dan sekitar Samudra Hindia. Fenomena tersebut meningkatkan potensi hujan lebat di sebagian wilayah Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara.
Operasi modifikasi cuaca dilakukan berbasis kondisi wilayah tertentu dengan target menekan curah hujan sekitar 20–40 persen. Upaya ini diharapkan mampu meminimalkan risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor.
“Harapannya dampak terhadap potensi bencana hidrometeorologi dapat ditekan,” kata Faisal.
Selain OMC, BMKG mengingatkan pemerintah daerah dan masyarakat untuk tetap memperkuat langkah mitigasi. Beberapa langkah penting antara lain menjaga sistem drainase, melakukan normalisasi sungai, serta melindungi kawasan sempadan.
BMKG memprediksi potensi cuaca ekstrem masih dapat berlangsung beberapa hari ke depan sehingga operasi modifikasi cuaca akan disesuaikan dengan perkembangan situasi di lapangan. (*)
Apa Reaksi Anda?