Pelaku Penembakan Dipastikan Tewas di Dekat Gedung Putih

Dinas Rahasia AS mengonfirmasi pelaku penembakan di dekat Gedung Putih tewas usai ditembak petugas. Presiden Donald Trump dipastikan aman di Ruang Oval saat insiden terjadi.

Mei 24, 2026 - 11:31
Pelaku Penembakan Dipastikan Tewas di Dekat Gedung Putih

JAKARTA - Dinas Rahasia Amerika Serikat (Secret Service) memastikan bahwa pria yang diduga melepaskan tembakan di dekat kompleks Gedung Putih, Washington D.C., pada Sabtu sore waktu setempat, telah dinyatakan tewas.

Dalam pernyataan resminya, pihak Secret Service menjelaskan bahwa insiden penembakan tersebut terjadi setelah pukul 18.00 waktu setempat atau Minggu (24/4/2026) pukul 05.00 WIB. Peristiwa mencekam itu berlangsung di sekitar 17th Street dan Pennsylvania Avenue NW, tepat di luar kompleks Istana Kepresidenan AS.

Aksi pelaku bermula ketika ia dilaporkan mendekati area steril tersebut. Si pelaku "mengambil senjata dari tasnya dan mulai menembak" di lokasi tersebut.

Merespons ancaman tersebut, petugas keamanan yang berjaga langsung mengambil tindakan tegas dan terukur demi mengamankan area ring satu.

"Polisi Dinas Rahasia membalas tembakan, sehingga mengenai si pelaku yang kemudian dievakuasi ke rumah sakit terdekat, di mana ia dinyatakan tewas," kata Dinas Rahasia AS.

Baku tembak ini juga berimbas pada warga yang berada di sekitar lokasi kejadian. "Dalam penembakan tersebut, seseorang yang melintas juga terkena tembakan," menurut badan tersebut, sembari memastikan tidak ada petugas yang mengalami cedera. Hingga saat ini, kondisi medis dari korban kedua tersebut masih belum diketahui pasti.

Saat insiden penembakan terjadi, Presiden Donald Trump dilaporkan tengah berada di dalam Gedung Putih. Pihak otoritas menegaskan bahwa keselamatan presiden tetap terjaga dan "tidak ada pihak yang dilindungi ataupun operasi yang terdampak".

Sementara itu, laporan dari ABC News yang mengutip pejabat Gedung Putih mengungkapkan bahwa saat peluru pertama menyalak, Trump sedang berada di Ruang Oval bersama sejumlah penasihat dan asisten dekatnya, termasuk Steven Cheung, Natalie Harp, dan Margo Martin.

Dinas Rahasia AS menegaskan bahwa peristiwa penembakan tersebut sedang dalam penyelidikan mendalam. Kepala FBI, Kash Patel, memastikan personelnya sudah berada di TKP dan mendukung penuh penanganan oleh Dinas Rahasia, dibantu oleh Departemen Kepolisian Washington D.C. yang turut berjaga di sekitar lokasi.

Kompleks Gedung Putih sendiri sempat memberlakukan status kuncitara (lockdown) total selama beberapa saat pasca-insiden, sebelum akhirnya status siaga tersebut dicabut setelah situasi dipastikan kembali kondusif. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow