Pekerja Perusahaan Rokok di Banjarnegara Dilatih Blending Tembakau dan Teknik Pelintingan

35 pekerja di Banjarnegara ikut pelatihan keterampilan industri selama 11 hari. Tujuannya tingkatkan kompetensi SDM, produktivitas, dan daya saing usaha lokal agar produk makin berkualitas.

Juli 7, 2026 - 20:01
Pekerja Perusahaan Rokok di Banjarnegara Dilatih Blending Tembakau dan Teknik Pelintingan

BANJARNEGARA - Sedikitnya 35 pekerja di perusahaan rokok yang ada di Kabupaten Banjarnegara mengikuti pelatihan blending tembakau dan teknik pelintingan rokok selama 11 hari di Gedung PR Hepto Noverlis.

‎Pelatihan yang digelar oleh Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Disperindakop UKM) Kabupaten Banjarnegara ini dibuka oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Mohamad Iqbal SE, Selasa (7/7/2026). 

‎Dalam pelatihan ini Disperindakop UKM menghadirkan instruktur Suris Hono dari PR Rajan Nabadi, Kudus. Kemudian, Suria, Jamasri dan Listianing yang membagikan materi dan praktik mengenai teknik blending tembakau serta pelintingan rokok sesuai standar industri.

Pekerja perusahaan rokok ikuti pelatihan
Pekerja perusahaan rokok ikuti pelatihan

‎Sementara tujuan kegiatan ini menurut Asisten Perekonomian dan Pembangunan Mohamad Iqbal untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja pada industri hasil tembakau, khususnya sektor Sigaret Kretek Tangan (SKT), sebagai upaya meningkatkan produktivitas dan daya saing industri rokok legal di daerah.

‎Pemkab Banjarnegara lanjut Iqbal berkomitmen untuk terus meningkatkan kompetensi tenaga kerja pada industri hasil tembakau, khususnya sektor Sigaret Kretek Tangan (SKT), sebagai upaya meningkatkan produktivitas dan daya saing industri rokok legal di daerah.

‎"Pemanfaatan DBHCHT di Banjarnegara untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor Industri Hasil Tembakau (IHT), khususnya perusahaan yang telah memiliki izin usaha dan memenuhi ketentuan cukai.

‎“Kami minta seluruh peserta dapat mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh sehingga ilmu dan keterampilan yang diperoleh mampu memberikan manfaat nyata bagi perusahaan, meningkatkan kualitas produksi, serta mendukung efisiensi proses kerja,” imbuh Mohammad Iqbal.

‎Kepala Dinas Perindagkop-UKM Drs Adi Cahyono PS MM, juga menyampaikan pelatihan ini bertujuan meningkatkan kemampuan dan keterampilan para pekerja dalam proses pembuatan rokok sigaret kretek tangan agar lebih terampil, efektif, dan menghasilkan produk yang semakin berkualitas.

‎“Melalui pelatihan ini kami berupaya meningkatkan mutu SDM sekaligus memperkuat pemahaman peserta mengenai proses produksi rokok sigaret kretek tangan," ujarnya.

‎Diharapkan, melalui kegiatan ini, keterampilan para pekerja maupun produksi semakin meningkat. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow