JANGAN DITIRU! Remaja di Tanggeung Cianjur Ditemukan Gantung Diri Diduga Depresi Berat

Remaja 17 tahun di Cianjur ditemukan meninggal diduga bunuh diri akibat tekanan psikologis. Polisi lakukan evakuasi dan penyelidikan, keluarga menerima sebagai musibah.

April 8, 2026 - 13:01
JANGAN DITIRU! Remaja di Tanggeung Cianjur Ditemukan Gantung Diri Diduga Depresi Berat

CIANJUR Warga Kampung Cicadas, Desa Pagermaneh, Kecamatan Tanggeung, Kabupaten Cianjur, dikejutkan dengan penemuan seorang remaja laki-laki yang gantung diri dalam kondisi mengenaskan.

Peristiwa yang menghebohkan lingkungan RT 004 RW 002 tersebut dilaporkan terjadi sekitar siang hari. Korban yang diketahui berinisial S berusia 17 tahun itu diduga kuat mengakhiri hidupnya sendiri karena tekanan psikologis yang sangat mendalam.

Dalam hal ini Kapolsek Tanggeung, Iptu Budi Setia Yuda menjelaskan bahwa insiden memilukan tersebut pertama kali diketahui oleh saksi warga setempat sebelum dilaporkan ke pihak kepolisian. 

Berdasarkan penyelidikan awal dan keterangan yang dihimpun di lokasi kejadian, dugaan sementara penyebab tindakan nekat pemuda asal Kampung Pagadungan tersebut adalah masalah kesehatan mental. 

"Petugas yang tiba di lokasi segera melakukan pengamanan area serta olah tempat kejadian perkara untuk memastikan kronologi peristiwa secara akurat," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima pada Rabu (8/4/2026).

Kapolsek menyebutkan bahwa pihaknya bersama unsur TNI, petugas kecamatan, Satpol PP, serta tenaga kesehatan dari Puskesmas Tanggeung langsung mengevakuasi korban tak lama setelah menerima laporan. 

"Proses identifikasi dilakukan secara saksama di lokasi kejadian untuk memastikan kondisi korban sebelum dipindahkan," ungkapnya menjelaskan.

Iptu Budi Setia Yuda menegaskan bahwa kehadiran petugas lintas sektoral bertujuan untuk memberikan penanganan yang cepat dan tepat di tengah suasana duka yang menyelimuti warga setempat.

"Setelah proses identifikasi selesai, jenazah kemudian diserahkan langsung kepada pihak keluarga untuk segera diurus pemakamannya," sambungnya.

Dalam keterangannya, Kapolsek menuturkan bahwa keluarga besar korban telah menerima kejadian ini sebagai musibah dan secara sadar menolak prosedur autopsi lebih lanjut. 

Keputusan tersebut juga diperkuat dengan surat pernyataan resmi yang dibuat oleh pihak keluarga dan disaksikan oleh Kepala Desa Pagermaneh sebagai bentuk penyelesaian administratif kasus ini.

Secara keseluruhan, situasi di wilayah hukum Polsek Tanggeung tetap terjaga dalam kondisi yang aman dan kondusif meskipun sempat terjadi kerumunan warga di sekitar lokasi evakuasi. 

Lebih jauh pihak kepolisian mengapresiasi kerja sama semua pihak yang membantu proses penanganan di lapangan hingga jenazah sampai di rumah duka dengan lancar. 

"Kejadian ini menjadi pengingat bagi masyarakat luas akan pentingnya perhatian terhadap kondisi psikologis orang-orang terdekat di sekitar kita," tandasnya. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow