Kementerian PU Bentuk Tim Investigasi Kebocoran Surat Dinas, Menteri Dody Batalkan Kunjungan ke AS

Kementerian PU menyelidiki kebocoran surat dinas Menteri Dody Hanggodo yang viral. Pemerintah menegaskan tidak ada penggunaan APBN untuk keluarga menteri.

Juli 9, 2026 - 14:00
Kementerian PU Bentuk Tim Investigasi Kebocoran Surat Dinas, Menteri Dody Batalkan Kunjungan ke AS

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) membentuk tim investigasi untuk mengusut kebocoran surat dinas Menteri PU yang belakangan viral di media sosial. Penyelidikan dilakukan untuk mengungkap pihak yang diduga menyebarluaskan dokumen internal tersebut kepada publik.

Surat yang beredar itu menjadi sorotan karena memuat nama istri Menteri PU Dody Hanggodo, Irma Hermawati, serta putrinya, Aurellia Tsabitha Meidira, dalam lampiran dokumen administrasi perjalanan ke New York, Amerika Serikat.

Sekretaris Jenderal Kementerian PU, Apri Artoto, mengatakan investigasi sedang berlangsung untuk memastikan sumber kebocoran dokumen tersebut.

"Kami sedang melakukan investigasi dan membentuk tim untuk mencari tahu dari mana sumber kebocoran surat dinas tersebut," kata Apri, Rabu (9/7/2026).

Menurutnya, apabila hasil investigasi membuktikan kebocoran berasal dari lingkungan internal Kementerian PU, pegawai yang terlibat akan dikenai sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.

"Kalau memang terbukti berasal dari internal, tentu akan diberikan sanksi. Namun saat ini kami masih melakukan pendalaman sehingga belum bisa dipastikan bentuk sanksinya, apakah ringan, sedang, atau berat," ujarnya.

Apri menegaskan hingga kini proses investigasi masih berlangsung sehingga kementerian belum dapat menyimpulkan pihak yang bertanggung jawab atas penyebaran dokumen tersebut.

Dokumen untuk Pengurusan Visa

Di sisi lain, Apri meluruskan bahwa surat yang beredar bukan merupakan surat persetujuan perjalanan dinas maupun dokumen penggunaan anggaran negara.

Menurutnya, dokumen tersebut diterbitkan semata-mata untuk memenuhi persyaratan administrasi pengurusan visa melalui Kementerian Luar Negeri.

Ia juga menepis anggapan bahwa perjalanan anggota keluarga Menteri PU akan dibiayai menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

"Tidak ada penggunaan APBN untuk pembiayaan anggota keluarga ataupun kepentingan pribadi. Apabila nantinya terdapat anggota keluarga yang mendampingi, seluruh pembiayaannya menggunakan dana pribadi," tegas Apri.

Lebih lanjut, ia menjelaskan pencantuman nama anggota keluarga dalam dokumen administrasi dilakukan berdasarkan mekanisme pengurusan visa. Dalam proses tersebut, nama pendamping memang disarankan dicantumkan dalam satu dokumen sebagai bagian dari kelengkapan administrasi.

Selain itu, Apri mengatakan rencana kunjungan Menteri PU ke New York sejak awal masih bersifat tentatif. Keberangkatan bergantung pada perkembangan tugas pemerintah di dalam negeri, termasuk penanganan pascabencana, percepatan program Sekolah Rakyat, serta kesiapsiagaan menghadapi potensi El Nino.

Menteri PU Batalkan Kunjungan

Di tengah polemik yang berkembang, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo memastikan batal melakukan perjalanan dinas ke Amerika Serikat.

"Batal batal batal. Enggak, batal batal batal. Kalau ke Amerika batal, karena saya lebih mementingkan ke Enang-Enang, nanti kemudian ke Agam. Lagian saya sudah bolak-balik ke Amerika," imbuhnya.

Keputusan tersebut disampaikan setelah dokumen lampiran perjalanan dinasnya bocor ke publik dan memicu perdebatan mengenai pencantuman nama istri serta putrinya dalam dokumen administrasi perjalanan.

Sebelumnya, beredarnya dokumen tersebut memunculkan dugaan bahwa perjalanan anggota keluarga Menteri PU akan dibiayai menggunakan APBN. Namun, Kementerian PU telah menegaskan bahwa apabila anggota keluarga ikut mendampingi, seluruh biaya perjalanan menjadi tanggung jawab pribadi Menteri Dody Hanggodo dan tidak menggunakan anggaran negara. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow