PCNU Kabupaten Malang Resmikan Faskes 1 DPM di Wagir, Siap Layani Masyarakat

Upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat terus dilakukan Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Malang. Terbaru, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Malang meluncurkan Fasilitas K

Juni 1, 2026 - 18:57
PCNU Kabupaten Malang Resmikan Faskes 1 DPM di Wagir, Siap Layani Masyarakat

MALANG - Upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat terus dilakukan Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Malang. Terbaru, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Malang meluncurkan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (Faskes 1) Dokter Praktik Mandiri (DPM) di Kecamatan Wagir, Senin (1/6/2026).

Peresmian layanan kesehatan tersebut dihadiri Camat Wagir, kepala desa se-Kecamatan Wagir, perwakilan BPJS Kesehatan, jajaran pengurus NU, serta Direktur Dokter Praktik Mandiri (DPM) dr. Umar Usman.

Ketua PCNU Kabupaten Malang KH Hamim Kholili mengatakan pendirian Faskes DPM merupakan bagian dari komitmen NU dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih mudah dijangkau masyarakat, terutama warga kurang mampu yang menjadi peserta BPJS Kesehatan.

"Kita dari PCNU mendirikan beberapa faskes pertama, bekerja sama dengan BPJS untuk melayani warga NU dan masyarakat umum, utamanya yang tidak mampu," ujar Gus Hamim.

Menurutnya, Faskes DPM Wagir menjadi unit layanan kesehatan NU pertama di tingkat kecamatan tersebut. Namun secara keseluruhan, NU Kabupaten Malang telah memiliki sejumlah fasilitas kesehatan serupa yang tersebar di beberapa wilayah.

PCNU Kabupaten Malang 2

"Ini untuk di Wagir yang pertama, tapi di tingkat kabupaten sudah ada. Di Dampit ada, Kepanjen, Singosari yang milik NU. Ngantang dan Kasembon juga ada," katanya.

Gus Hamim menjelaskan, fasilitas kesehatan yang dikelola NU tidak hanya berfungsi sebagai sarana pelayanan kesehatan masyarakat, tetapi juga menjadi wadah pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan yang dimiliki organisasi tersebut.

Ia menyebut tenaga medis yang bertugas, baik dokter maupun perawat, berasal dari kalangan warga NU. Meski demikian, proses rekrutmen tetap dilakukan secara profesional melalui mekanisme seleksi.

"Jadi nanti unsur yang ada di dalam faskes itu, seperti dokter dan perawat dari kalangan NU. Kita juga profesional dengan melihat ketersediaan tenaga kesehatannya," jelasnya.

Menurutnya, NU tidak serta-merta menunjuk tenaga kesehatan untuk bertugas di fasilitas tersebut. Sebaliknya, organisasi membentuk tim khusus yang bertugas melakukan seleksi dan pengembangan jaringan layanan kesehatan di berbagai wilayah Kabupaten Malang.

"Ini sistemnya bukan langsung menunjuk dokter sama perawat, tetapi melalui seleksi. Teman-teman ini membentuk satu tim untuk pendirian faskes-faskes di Kabupaten Malang," ungkapnya.

Selain memberikan layanan kesehatan, keberadaan Faskes DPM juga diharapkan dapat menjadi ruang pengembangan bagi dokter-dokter muda NU untuk memperoleh pengalaman praktik dan pengabdian kepada masyarakat.

"Betul, nanti dokter-dokter yang baru bisa kita tampung di situ. Itu kan harus ditata nanti," kata Gus Hamim.

PCNU Kabupaten Malang 3

Ke depan, PCNU Kabupaten Malang menargetkan setiap Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) memiliki fasilitas kesehatan tingkat pertama sendiri agar layanan kesehatan semakin dekat dengan masyarakat.

"Harapannya MWC NU se-Kabupaten Malang ini punya Faskes DPM sendiri yang memang milik MWC. Bahkan tidak menutup kemungkinan nanti di tingkat ranting pun akan memiliki Faskes DPM sendiri," tegasnya.

Dengan bertambahnya jaringan fasilitas kesehatan tersebut, NU berharap dapat berkontribusi lebih besar dalam meningkatkan akses layanan kesehatan masyarakat sekaligus memperkuat sinergi dengan BPJS Kesehatan dalam memberikan pelayanan yang terjangkau dan berkualitas. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow