PBB Desak AS dan Iran Berunding dengan Itikad Baik Jelang Negosiasi di Islamabad
PBB mendesak AS dan Iran berunding dengan itikad baik jelang negosiasi di Islamabad di tengah situasi kawasan yang masih memanas.
JAKARTA - Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, mendesak Amerika Serikat dan Iran untuk berunding dengan itikad baik dalam pembicaraan mendatang guna mencapai perdamaian yang langgeng.
Juru Bicara PBB, Stephane Dujarric, mengatakan Guterres menyambut baik rencana pembicaraan kedua negara yang dimediasi Pakistan dan dijadwalkan berlangsung di Islamabad pada akhir pekan.
“Sekretaris Jenderal menyambut baik pembicaraan AS-Iran yang dimediasi Pakistan dan meminta para pihak memanfaatkan kesempatan diplomatik ini dengan itikad baik menuju kesepakatan yang langgeng dan komprehensif,” ujar Dujarric, Jumat (10/4/2026).
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan telah tercapai kesepakatan gencatan senjata bilateral selama dua pekan dengan Iran. Ia juga menyebut Iran setuju membuka kembali Selat Hormuz.
Negosiasi lanjutan antara AS dan Iran dijadwalkan berlangsung di Islamabad, Pakistan, pada Sabtu.
Di tengah proses diplomasi tersebut, situasi kawasan masih memanas. Israel dilaporkan melancarkan serangan signifikan ke Lebanon pada Rabu (8/4/2026), yang disebut sebagai salah satu eskalasi terbesar sejak konflik dengan Iran.
Trump menyatakan bahwa penghentian serangan Israel ke Lebanon tidak termasuk dalam kesepakatan dengan Iran, dengan alasan keterlibatan Hizbullah dalam konflik tersebut.
Namun, pihak Iran menilai serangan tersebut sebagai pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata yang telah dicapai dengan Amerika Serikat.
Kementerian Luar Negeri Iran menegaskan bahwa keberlanjutan pembicaraan sangat bergantung pada komitmen semua pihak terhadap kewajiban gencatan senjata di seluruh lini konflik.
Situasi ini menunjukkan bahwa proses negosiasi masih menghadapi tantangan di tengah dinamika konflik yang belum sepenuhnya mereda.(*)
Apa Reaksi Anda?