Paket Sembako Rp120 Ribu Ditebus Rp30 Ribu, PJT I Gelar Pasar Murah Ramadan di Tiga Daerah

Di tengah potensi kenaikan harga bahan pokok selama Ramadan dan menjelang Idul Fitri, Perum Jasa Tirta (PJT) I menghadirkan solusi melalui Program Tebus Murah Sembako (TMS).

Maret 4, 2026 - 16:30
Paket Sembako Rp120 Ribu Ditebus Rp30 Ribu, PJT I Gelar Pasar Murah Ramadan di Tiga Daerah

MALANG Di tengah potensi kenaikan harga bahan pokok selama Ramadan dan menjelang Idul Fitri, Perum Jasa Tirta (PJT) I menghadirkan solusi melalui Program Tebus Murah Sembako (TMS). Melalui program ini, masyarakat bisa memperoleh paket sembako senilai Rp120 ribu hanya dengan membayar Rp30 ribu.

Direktur Utama PJT I, Fahmi Hidayat, mengatakan pasar murah tersebut merupakan wujud kepedulian sosial perusahaan kepada masyarakat di wilayah kerjanya.

“Khususnya dalam membantu pemenuhan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau. Terlebih di bulan Ramadan dan menjelang Idul Fitri seringkali terjadi fluktuasi dan lonjakan harga pangan,” kata Fahmi, Rabu (4/3/2026).

Tahun ini, program TMS digelar di tiga daerah, yakni Kota Malang, Kabupaten Ngawi, dan Banjarnegara. Pelaksanaan perdana dimulai di Kelurahan Kedungkandang, Kota Malang, pada pekan pertama Ramadan dengan menyediakan 200 paket sembako murah.

Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan di Desa Grudo dan Desa Selopuro, Kabupaten Ngawi, yang berada di tepian Sungai Bengawan Solo. Di wilayah ini, PJT I menyalurkan total 150 paket sembako dan berkolaborasi dengan Komunitas Kecanduan Sedekah Ngawi (KSN).

Adapun setiap paket sembako berisi beras 3 kilogram, minyak goreng, tepung terigu, gula, garam, serta mi instan. Fahmi berharap selisih harga yang cukup besar dari harga pasar dapat membantu meringankan beban masyarakat.

“Dengan selisih harga yang jauh lebih murah dari harga pasar, kami berharap TMS ini mampu meringankan beban kebutuhan masyarakat selama Ramadan maupun menjelang Hari Raya,” ungkapnya.

Rangkaian pasar murah akan berlanjut ke Banjarnegara pada 5 Maret 2026. Program ini merupakan agenda rutin Sub Divisi Pengelolaan TJSL dan ESG PJT I setiap bulan Ramadan dan dilaksanakan secara bertahap di berbagai wilayah kerja perusahaan.

Tak hanya menyalurkan bantuan pangan, PJT I juga memanfaatkan momentum tersebut untuk memberikan edukasi lingkungan, khususnya kepada warga yang tinggal di bantaran sungai.
Kepala Sub Divisi Pengelolaan TJSL dan ESG PJT I, Andriana Kartikasari, menjelaskan bahwa setiap kegiatan TMS selalu disertai sosialisasi mengenai peran perusahaan dalam pengelolaan sumber daya air.

“Masyarakat, khususnya yang tinggal di bantaran sungai, kami ajak untuk bersama-sama menjaga kebersihan sungai dan mencegah pencemaran,” ujarnya.

Menurutnya, edukasi tersebut penting untuk menumbuhkan kesadaran kolektif dalam menjaga kualitas air demi keberlanjutan ekosistem dan ketersediaan air bagi generasi mendatang.

Melalui integrasi bantuan sosial dan kampanye lingkungan, PJT I ingin memastikan bahwa keberlanjutan tidak hanya diwujudkan dalam operasional pengelolaan sumber daya air, tetapi juga melalui pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Program ini sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya Tanpa Kemiskinan, Tanpa Kelaparan, serta Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow