PAD Kota Malang Jadi Rujukan Nasional, DPRD Mamuju Datang Belajar Rahasia Lampaui Target Pendapatan

Keberhasilan Kota Malang melampaui target Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada 2025 kembali menarik perhatian daerah lain. Kali ini, DPRD Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat,

Juni 8, 2026 - 18:31
PAD Kota Malang Jadi Rujukan Nasional, DPRD Mamuju Datang Belajar Rahasia Lampaui Target Pendapatan

MALANG - Keberhasilan Kota Malang melampaui target Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada 2025 kembali menarik perhatian daerah lain. Kali ini, DPRD Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, datang langsung ke Balai Kota Malang untuk membongkar strategi di balik suksesnya pengelolaan pendapatan daerah yang membuat Kota Malang kerap menjadi rujukan berbagai pemerintah daerah di Indonesia.

Kota Malang kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu daerah dengan tata kelola Pendapatan Asli Daerah (PAD) terbaik di Indonesia. Senin (8/6/2026), rombongan DPRD Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, melakukan kunjungan kerja untuk mempelajari strategi peningkatan PAD yang berhasil diterapkan Pemkot Malang.

Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin mengatakan, kunjungan yang dipimpin langsung Ketua DPRD Mamuju tersebut berfokus pada sistem pengelolaan PAD yang mampu menjaga tren peningkatan pendapatan daerah meski di tengah tantangan efisiensi anggaran dan perlambatan ekonomi.

“Diskusi utamanya terkait dengan sistem PAD yang ada di Kota Malang. Diskusi bagaimana kemudian Kota Malang bisa meningkatkan PAD di tengah kondisi efisiensi dan pertumbuhan ekonomi hari ini,” ujar Ali, Senin (8/6/2026).

Menurutnya, kekuatan PAD Kota Malang masih bertumpu pada sektor pajak daerah yang menyumbang sekitar 82 persen dari total pendapatan. Sementara retribusi daerah, seperti parkir dan pasar, memberikan kontribusi sekitar 12 persen. Adapun sisanya berasal dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan pemanfaatan aset daerah.

Ali Muthohirin

“Kontribusi utama pendapatan kan pajak 82 persen, retribusi baik parkir, pasar dan sebagainya sekitar 12 persen, sisanya baru kemudian dari BUMD dan aset,” ungkapnya.

Tak hanya menjadi tujuan studi tiru, sistem pengelolaan pendapatan yang dimiliki Kota Malang juga telah diadopsi sejumlah daerah lain. Ali menyebut sedikitnya lima pemerintah daerah telah menjalin kerja sama dan menduplikasi sistem yang dikembangkan Pemkot Malang.

“Kalau yang sudah kerja sama langsung duplikasi terkait sistem kita ada lima daerah, seperti Jambi, Cirebon, Tasikmalaya, Bangkalan dan beberapa daerah lainnya yang menggunakan sistem yang digunakan Pemda Kota Malang,” jelasnya.

Ketertarikan Kabupaten Mamuju terhadap Kota Malang bukan tanpa alasan. Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Mamuju Fraksi NasDem, Muhammad Khairil Muzakkir, mengungkapkan capaian PAD Kota Malang yang mampu melampaui target pada 2025 menjadi salah satu faktor utama pihaknya memilih datang belajar langsung.

“Tertariknya kami datang ke Kota Malang terkait masalah PAD yang ada di Kota Malang ini. Pendapatan di 2025 itu signifikan, dari target sekian alhamdulillah melewati dari target tersebut yang kami lihat tadi,” ungkap Khairil.

Selain tata kelola pendapatan, Mamuju juga ingin mengadopsi sejumlah sektor ekonomi yang dinilai sukses menopang PAD Kota Malang, terutama pengembangan UMKM dan pariwisata.

Menurut Khairil, geliat UMKM di Kota Malang menjadi contoh menarik yang berpotensi diterapkan di daerahnya. Produk-produk rumahan yang berkembang mampu menciptakan perputaran ekonomi sekaligus menjadi sumber pendapatan daerah.

“Mungkin terkait masalah UMKM ya. Apalagi di Kota Malang masih banyak produk-produk rumahan. Mungkin itu yang bisa kita implementasikan nanti di kabupaten kami,” katanya.

Sektor pariwisata juga menjadi perhatian DPRD Mamuju. Daerah tersebut memiliki potensi wisata bahari yang besar, namun belum tergarap optimal. Salah satunya Pulau Balabalagan yang berada di wilayah perbatasan Kalimantan.

“Mungkin pulau ya. Kalau kami di Kabupaten Mamuju itu ada Pulau Balabalagan yang bersebelahan dengan Kalimantan. Mungkin itu bisa diberdayakan untuk daya tarik wisata,” tuturnya.

Khairil menegaskan, di antara berbagai daerah tujuan studi tiru di Pulau Jawa, Kota Malang dinilai memiliki kombinasi kuat antara sektor wisata, ekonomi kreatif, dan kemampuan menghasilkan pendapatan daerah.

“Kalau bicara Jawa, Jawa Timur, salah satu yang kuat dari sisi objek wisata dan pendapatannya ya Malang. Di luar Jogja dan Bandung, salah satunya ya Malang,” pungkasnya.

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow