Musyrif Diny Kemenhaj Tekankan Pentingnya Wukuf dan Kesehatan Jemaah Haji

Musyrif Diny Kementerian Haji dan Umrah KH Abdulloh Kafabihi Machrus Ali mengimbau jemaah haji Indonesia menjaga kesehatan, akhlak, dan mengikuti arahan petugas jelang puncak ibadah haji di Arafah.

Mei 13, 2026 - 14:31
Musyrif Diny Kemenhaj Tekankan Pentingnya Wukuf dan Kesehatan Jemaah Haji

MADINAH - Musyrif Diny (pembimbing ibadah) Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj), KH Abdulloh Kafabihi Machrus Ali, mengimbau jemaah haji Indonesia menjaga kesehatan dan tidak memforsir tenaga menjelang puncak ibadah haji di Arafah.

Menurutnya, wukuf di Arafah merupakan inti dari ibadah haji sehingga kondisi fisik jemaah harus benar-benar dipersiapkan sejak awal.

“Saya mengimbau kepada jemaah haji sebelum wukuf di Arafah supaya jangan memforsir tenaga. Haji itu intinya wukuf di Arafah,” ujarnya, Rabu (13/5/2026).

Ia menekankan bahwa persiapan ibadah haji tidak hanya berkaitan dengan kesehatan, tetapi juga kesiapan mental dan finansial. Karena itu, jemaah diminta tidak berlebihan dalam aktivitas ibadah sunnah maupun belanja sebelum puncak haji berlangsung.

“Sebelum haji jangan terlalu banyak belanja dan jangan memforsir umrah berkali-kali. Yang paling penting menjaga kesehatan,” katanya.

KH Abdulloh menjelaskan, tugas Musyrif Diny atau yang disebutnya sebagai Mustafa Sardini adalah memberikan pendampingan dan pengarahan kepada jemaah haji Indonesia agar setiap ibadah yang dilakukan memiliki dasar hukum dan dalil yang jelas.

jemaah haji IndonesiaJemaah Haji Indonesia akan diberangkatkan ke Makkah dari Madinah. (FOTO: Fahmi/MCH 2026)

Ia menilai perbedaan pendapat dalam praktik ibadah merupakan hal yang wajar dan harus disikapi secara bijak.

“Perbedaan pendapat itu pasti ada dan merupakan rahmat. Yang penting, apa yang dilakukan memiliki dasar hukum dan dalil,” tuturnya.

Menurut dia, jemaah tidak perlu mempersoalkan perbedaan kecil selama masih berada dalam koridor syariat dan memiliki landasan keilmuan yang jelas.

“Kita tidak bisa mengklaim diri paling benar. Perbedaan ulama itu merupakan rahmat dan jalan tengah untuk solusi,” ujarnya.

Selain itu, KH Abdulloh juga mengingatkan pentingnya menjaga akhlak dan sopan santun selama berada di Tanah Suci. Ia menyebut jemaah Indonesia selama ini dikenal memiliki perilaku yang baik dan mudah diatur dibandingkan jemaah dari negara lain.

“Adab, sopan santun, perilaku, dan tutur kata jemaah Indonesia merupakan nilai tinggi yang harus dijaga. Itu menjadi keharuman bagi negara kita,” katanya.

Ia berharap seluruh jemaah mengikuti arahan para pembimbing dan petugas haji agar pelaksanaan ibadah berjalan tertib dan lancar.

“Harapan kami, jemaah mengikuti peraturan dan arahan dari pemimpin masing-masing supaya haji berjalan lebih baik,” ucapnya.

KH Abdulloh juga meminta pemerintah terus memberikan perhatian maksimal kepada jemaah haji Indonesia, terutama dalam pelayanan dan pengawasan selama pelaksanaan ibadah berlangsung.

Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan haji membutuhkan sinergi antara pemerintah, petugas, dan jemaah.

“Mudah-mudahan haji tahun ini berjalan dengan baik. Itu membutuhkan perhatian pemerintah dan juga kesadaran jemaah agar mudah diatur serta tertib,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, ia turut mengajak jemaah mendoakan Indonesia agar tetap aman, damai, dan dijauhkan dari berbagai bencana.

“Selain menjalankan ibadah haji, mari kita doakan bangsa dan pemimpin kita agar diberi pertolongan oleh Allah dan Indonesia menjadi negara yang aman, sejahtera, dan makmur,” ucapnya. (*/MCH 2026)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow