Muncul Empat Skenario, Kemungkinan Trump Tidak Akan Menyerang Iran Selama Ramadan

Empat skenario serangan AS ke Iran versi Jerusalem Post, mulai dari kemungkinan pekan ini hingga penundaan selepas Ramadan, di tengah tekanan terhadap Donald Trump.

Februari 23, 2026 - 21:30
Muncul Empat Skenario, Kemungkinan Trump Tidak Akan Menyerang Iran Selama Ramadan

MALANG Kapan Presiden Amerika Serikat Donald Trump akan menyerang Iran? Hingga kini belum ada kepastian. Namun, muncul empat skenario yang dinilai mungkin terjadi ketika Trump meningkatkan tekanan terhadap Teheran. Salah satu skenario menyebut serangan tidak akan dilakukan selama bulan Ramadan.

Saat ini, Trump disebut menghadapi salah satu keputusan terbesar dalam masa kepresidenannya. Ia berada di tengah tekanan internal dan global yang saling bertolak belakang. Kondisi itu menjelaskan mengapa sejumlah analis tidak memperkirakan dinamika dengan Iran akan berlarut hingga pertengahan Februari, apalagi mendekati Maret.

Dilansir Al Jazeera, hal tersebut diulas dalam artikel di The Jerusalem Post yang ditulis jurnalis Israel, Yonah Jeremy Bob. Dalam tulisannya, ia memaparkan empat skenario yang diperkirakan dapat terjadi jika perang Amerika Serikat melawan Iran benar-benar dimulai dan tidak tercapai kesepakatan.

Skenario Pertama

Serangan Amerika Serikat dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan, paling lambat Kamis, apabila Trump memutuskan menyerang Teheran dan hanya menunggu kesiapan aset militer tertentu di lokasi yang ditentukan. Serangan juga bisa terjadi jika terdapat indikasi kuat bahwa negosiasi tidak akan menghasilkan kesepakatan yang dianggap memadai.

Bahkan, serangan disebut dapat dilancarkan pada hari yang sama ketika Iran mengajukan tawaran, apabila tawaran tersebut langsung ditolak oleh Trump.

Namun, menurut Jeremy Bob, skenario ini relatif kurang mungkin dibandingkan skenario kedua. Alasannya, pejabat AS telah menyampaikan rencana pertemuan AS-Iran pada Kamis. Trump dinilai memerlukan waktu untuk meninjau tawaran terbaru dari Iran sebelum mengambil keputusan.

Skenario Kedua

Serangan diperkirakan terjadi pada awal atau pertengahan pekan berikutnya. Ini disebut sebagai skenario paling mungkin. Sebelumnya, Trump memberikan tenggat waktu dua minggu untuk mencapai kesepakatan dan menyatakan akan melancarkan serangan setelah tenggat tersebut berakhir.

Dalam perkembangannya, tenggat waktu itu disebut mengalami perubahan dalam berbagai pernyataannya. Seorang pejabat AS menyebut Trump tidak selalu bersikap “ilmiah” dalam menentukan tenggat, melainkan kerap menjadikannya sebagai pedoman fleksibel untuk mencapai tujuan politiknya.

Jika Trump memberikan waktu dua minggu penuh kepada Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, untuk merespons, serta memerlukan waktu menelaah tawaran baru dari Iran, maka serangan dapat terjadi setelah periode tersebut apabila dinilai tidak memenuhi harapan Washington.

Skenario Ketiga

Serangan dapat dilakukan setelah 19 Maret atau seusai Ramadan. Trump dinilai mungkin mempertimbangkan faktor sensitivitas bulan suci umat Muslim. Serangan selama Ramadan berpotensi memicu eskalasi regional dan memengaruhi kesiapan sekutu Muslim AS di kawasan menghadapi respons Iran.

Jeremy Bob juga menilai serangan pada bulan tersebut dapat memperkuat narasi pemerintah Iran tentang campur tangan asing di Timur Tengah, yang berpotensi mengalihkan perhatian publik Iran dari persoalan domestik.

Meski demikian, opsi serangan selama Ramadan tetap dinilai lebih mungkin dibandingkan penundaan panjang. Alasannya, konfrontasi telah berlangsung sejak akhir Desember dan proses pengambilan keputusan dinilai sudah cukup panjang. Selain itu, biaya mempertahankan pasukan AS dalam jumlah besar di kawasan terus meningkat.

Skenario Keempat

Serangan bisa saja terjadi dalam jangka waktu lebih jauh. Namun, ini disebut sebagai opsi paling kecil kemungkinannya. Mempertahankan dua kapal induk, lebih dari selusin kapal perusak, serta ratusan pesawat di Timur Tengah disebut menelan biaya miliaran dolar.

Sebagian elemen militer tersebut telah tiba sejak awal Januari, disusul penguatan pada pertengahan Januari, dan sisanya dijadwalkan tiba dalam beberapa hari mendatang.

Jeremy Bob menulis, hampir tidak ada analis yang meyakini Trump akan mempertahankan armada sebesar itu melewati pertengahan Maret tanpa digunakan atau ditarik kembali jika kesepakatan tercapai.

Ia juga mengingatkan bahwa sejumlah analis sebelumnya keliru memprediksi waktu serangan maupun kemungkinan tercapainya kesepakatan lebih awal. Iran dinilai memiliki kemampuan memperpanjang proses negosiasi.

Dalam catatannya, Jeremy Bob menyebut Trump masih mungkin mempertahankan harapan munculnya solusi yang dinilai lebih jelas dan menguntungkan, ketimbang memilih perang terbuka atau kesepakatan yang dapat dipersepsikan sebagai bentuk kelemahan. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow