MUI Sleman Minta Pemkab dan DPRD Awasi Diskotik

Majelis Ulama Indonesia atau MUI Sleman meminta kepada Pemkab Sleman dan DPRD Sleman serius mengawasi keberadaan diskotik yang ada di Bumi Sembada. Pengawasan itu penting ...

Maret 21, 2023 - 04:10
MUI Sleman Minta Pemkab dan DPRD Awasi Diskotik

TIMESINDONESIA – Majelis Ulama Indonesia atau MUI Sleman meminta kepada Pemkab Sleman dan DPRD Sleman serius mengawasi keberadaan diskotik yang ada di Bumi Sembada. Pengawasan itu penting agar keberadaan diskotik tidak menjadi sarang peredaran dan penyalahgunaan narkoba.

“Tak hanya diskotik, Pemkab Sleman dan DPRD Sleman juga harus benar-benar memperhatikan dan mengawasi berbagai penyakit masyarakat seperti perjudian, miras, salon plus-plus, dan lain sebagainya,” kata Sekretaris MUI Sleman Drs H Wiratno dalam siaran pers kepada TIMES Indonesia, Senin (20/3/2023).

Rekomendasi tersebut muncul dalam kegiatan Musyawarah Daerah (Musyda) X MUI Sleman di Restoran Taman Pringsewu, Jalan Magelang, Sleman, Yogyakarta, Minggu (19/3/2023). Musda diikuti para pengurus, anggota, perwakilan ormas islam, pondok pesantren dan perguruan tinggi islam.

Selain menyoroti penyakit masyarakat, MUI Sleman meminta kepada Pemkab Sleman terus melakukan pembinaan kehidupan beragama di tengah masyarakat. Hal ini penting agar masyarakat Kabupaten Sleman benar-benar merasakan kehidupan bermasyarakat yang aman, nyaman, dan tentram.

Tak hanya itu saja, Pemkab Sleman harus terus melakukan pembinaan keluarga sehingga generasi penerus menjadi anak yang sholeh dan sholehah. Menggaungkan gerakan pemahaman alquran dan gerakan wakaf tunai untuk mewujudkan kehidupan religius, cerdas, dan toleran di tengah masyarakat Kabupatena Sleman.

“MUI Sleman periode 2018-2023 telah menjalin kerja sama dengan para pihak seperti Universitas Islam Indonesia (UII) dan Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga. Selain itu, selama pandemi Covid-19, MUI Sleman berperan aktif menyosialisasikan tata cara beribadah masa pandemi. Melakukan pemantauan penyembelihan ayam di berbagai Rumah Pemotongan Ayam (RPA), dan pemantauan jajanan di sekolah,” terang Wiratno.

Wakil Ketua Umum MUI DIY, Dr Ahmad Zuhdi Muhdor mengatakan, ulama memiliki peranan yang sangat penting di tengah masyarakat. Karena itu, untuk mewujudkan kemaslahatan dan kebaikan di tengah umat, para ulama dan umara perlu menjalin kerjasama yang baik.

“Para ulama dan umara harus selalu menjalin kerjasama dan bersinergi. Apalagi, jelang pemilu tahun 2024,” kata Zuhdi Muhdor.

Zuhdi meminta manajemen pengorganisasian MUI perlu ditata dengan baik. Hal itu diperlukan agar roda organisasi berjalan secara optimal. Sehingga, program kerja yang telah disusun berjalan dengan baik.

“Antar pengurus dan anggota MUI saling bekerjasama dan memperkuat soliditas. Tujuannya agar program kerja organisasi MUI berjalan secara optimal,” tandas ketua PWNU DIY ini.

Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa mengatakan, MUI Sleman menjadi mitra penting dan strategis bagi Pemerintah Kabupaten Sleman dalam menjalankan program pembangunan. Apalagi, berkaitan dengan penguatan pelaksanaan sila 1 Pancasila dengan meningkatkan ketakwaan warga masyarakat.

“MUI menjadi menjadi lembaga keagamaan yang menjaga toleransi antar umat beragama. Hal ini sejalan dengan visi Pemkab Sleman yaitu sebagai rumah bersama bagi semua elemen masyarakat dengan berbagai latar belakang agama, etnik dan budaya,” terang Danang. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow