Mudik Gratis UNAIR 2026, Bantu Mahasiswa Perantau Pulang Aman dan Nyaman
Untuk mengakomodasi para pemudik, UNAIR menyiapkan 20 bus, yang terdiri dari 10 bus dari Dinas Perhubungan dan 10 bus dari UNAIR.
SURABAYA Sebanyak 648 mahasiswa memanfaatkan program Mudik Gratis 2026 dari Universitas Airlangga (UNAIR) yang berkolaborasi dengan Dinas Perhubungan Jawa Timur (Dishub Jatim).
Selain mahasiswa, kegiatan ini juga melibatkan 15 tenaga pendidik (tendik) yang mendampingi program tersebut.
Untuk mengakomodasi para pemudik, UNAIR menyiapkan 20 bus, yang terdiri dari 10 bus dari Dinas Perhubungan dan 10 bus dari UNAIR.
Selain itu, ada dua kendaraan tambahan untuk mengangkut peserta ke 18 daerah di Jawa Timur dan Jawa Tengah.
Rektor UNAIR, Prof Dr Muhammad Madyan, mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya kepada semua pihak yang terlibat.
Tak lupa, Prof Madyan mengapresiasi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNAIR melalui Kementerian Pelayanan Publik yang menjadi penyelenggara kegiatan.
"Saya percaya bahwa acara Mudik Gratis memiliki dampak sosial yang signifikan yang memberikan bantuan kepada mahasiswa agar dapat kembali ke kampung halaman dengan aman dan nyaman," ungkapnya, dikutip TIMES Indonesia melalui keterangan resmi, Minggu (15/3/2026).
Prof Madyan menyebut bahwa kegiatan ini sejalan dengan komitmen UNAIR untuk menjadi institusi yang tidak hanya terfokus pada tujuan pendidikan tinggi dan penelitian, tetapi juga menunjukkan tanggung jawab sosial kepada masyarakat.
“Melalui program mudik gratis, UNAIR mampu memberikan kontribusi sosial kepada mahasiswa dan juga membina semangat kebersamaan dan komunitas di antara peserta," tuturnya.
Ia berharap, kuota program Mudik Gratis kedepannya bisa lebih besar. "Sehingga lebih banyak mahasiswa dapat merasakan manfaat dan menghabiskan waktu dengan keluarga di kampung halaman mereka," tambah Prof Madyan.
Apresiasi Peserta Mudik Gratis UNAIR
Program Mudik Gratis 2026 persembahan dari UNAIR ini mendapat respons positif dari para peserta.
Salah satunya Arsya, mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) 2024. Ia menilai program tersebut sangat membantu mahasiswa perantau untuk pulang ke kampung halaman.
"Terutama ketika tiket mudik sulit didapatkan menjelang Lebaran," akunya.
Peserta lainnya juga menyebut program ini sebagai sebuah privilege bagi mahasiswa UNAIR.
Selain menyediakan fasilitas perjalanan, proses pendaftaran terbilang cukup mudah karena hanya memerlukan identitas mahasiswa dan dilakukan secara daring.
Tak hanya membantu secara praktis, mereka juga mengaku dapat merasakan suasana mudik bersama teman-teman sesama perantau.
Para peserta berharap program Mudik Gratis UNAIR dapat terus berlanjut setiap tahunnya.
Dengan demikian, semakin banyak mahasiswa yang dapat merasakan manfaatnya serta dapat berkumpul kembali dengan keluarga di kampung halaman. (*)
Apa Reaksi Anda?