Misteri Kematian Napi di Lapas Palangka Raya, Ditemukan Telungkup di Ruang Isolasi

‎Kematian warga binaan yang sebelumnya menjadi sorotan karena percobaan kabur menggunakan senjata api itu masih menunggu hasil autopsi guna mengetahui penyebab pasti meninggal dunia.

Juni 1, 2026 - 07:31
Misteri Kematian Napi di Lapas Palangka Raya, Ditemukan Telungkup di Ruang Isolasi

PALANGKA RAYA - Sepekan pasca upaya pelariannya dari Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Kota Palangka Raya (Lapas Palangka Raya), Anton Kurniawan Stiyanto ditemukan meninggal di ruang isolasi tempat ia menjalani pengamanan super maksimum, Minggu (31/5/2026) dini hari.

‎Kematian warga binaan yang sebelumnya menjadi sorotan karena percobaan kabur  menggunakan senjata api itu masih menunggu hasil autopsi guna mengetahui penyebab pasti meninggal dunia. 

‎Terlebih, hasil autopsi hingga Minggu sore belum diumumkan, sementara pihak lapas mengungkap Anton sempat tidak mau makan selama beberapa hari sebelum ditemukan tak bernyawa.

‎Kakanwil Ditjenpas Kalteng, I Putu Mardiana, mengatakan Anton terakhir kali diketahui masih bergerak saat pemeriksaan petugas sekitar pukul 20.30 WIB.

‎"Pada pukul 20.30 yang bersangkutan masih melakukan pergerakan," kata Putu kepada wartawan di RS Bhayangkara Palangka Raya, Minggu (31/5/2026). 

‎Namun saat pemeriksaan berikutnya dilakukan, Anton tidak lagi memberikan respons. ‎Petugas kemudian melakukan pengecekan ulang dan menemukan yang bersangkutan sudah dalam kondisi meninggal dunia.

penanganan aparat kepolisian

‎"Saat dicek kembali, yang bersangkutan ditemukan dalam posisi terlungkup dengan kepala menghadap ke kakus," ujarnya.

‎Temuan itu langsung dilaporkan kepada pimpinan lapas dan dilanjutkan dengan koordinasi bersama pihak kepolisian untuk olah tempat kejadian perkara (TKP) sebelum jenazah dievakuasi ke RS Bhayangkara Palangka Raya. 

‎Di tengah proses penyelidikan, pihak pemasyarakatan mengungkap fakta lain. Selama menjalani masa isolasi, Anton disebut beberapa hari tidak mau makan.

‎Meski demikian, Putu mengatakan kebutuhan dasar tetap diberikan sesuai prosedur. ‎"Kebutuhan dasar tetap kami sediakan. Memang ada beberapa hari yang bersangkutan tidak mau makan," katanya.

‎Keterangan tersebut menjadi salah satu fakta yang mengemuka sebelum hasil autopsi diumumkan. Hingga kini belum ada penjelasan resmi apakah kondisi tersebut berkaitan dengan kematian Anton atau tidak.

‎Kepala Lapas Kelas IIA Palangka Raya, Hisam Wibowo, mengatakan Anton ditempatkan dalam ruang pengamanan super maksimum setelah insiden percobaan pelariannya pada 23 Mei lalu.

‎Menurut Hisam, sistem pengamanan terhadap warga binaan dengan risiko tinggi berbeda dengan warga binaan lainnya.

‎Anton juga ditempatkan seorang diri di ruang isolasi. ‎"Dia sendiri," kata Hisam saat menjelaskan ditempat yang sama di RS Bhayangkara Palangka Raya. 

‎Hisam juga mengungkapkan saat ditemukan meninggal dunia, Anton tidak berada dalam kondisi terborgol. ‎"Posisinya memang tidak terborgol," tuturnya. 

‎Sementara itu, Anggota Komisi XIII DPR RI dari daerah pemilihan Kalimantan Tengah, Bias Layar, meminta publik menunggu hasil pemeriksaan resmi yang saat ini masih berlangsung.

‎Menurut dia, autopsi dilakukan setelah memperoleh persetujuan dari pihak keluarga.

‎Bias mengatakan tim medis masih membutuhkan waktu untuk menyelesaikan pemeriksaan forensik sebelum menyampaikan kesimpulan penyebab kematian.

‎Ia juga menyebut berdasarkan informasi awal yang diterimanya, tidak ditemukan luka fisik yang mengarah pada penyebab kematian. Namun demikian, ia meminta semua pihak menunggu hasil autopsi sebagai dasar penjelasan resmi.

‎Hingga berita ini ditulis, penyebab pasti kematian Anton Kurniawan Stiyanto masih menjadi tanda tanya. ‎Hasil autopsi yang dilakukan di RS Bhayangkara Palangka Raya masih belum diumumkan.

Sementara aparat kepolisian dan pihak pemasyarakatan masih menunggu hasil pemeriksaan forensik untuk memastikan apa yang sebenarnya terjadi di balik kematian warga binaan yang sepekan lalu menjadi pusat perhatian publik tersebut. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow