Gempa M 7,5 Guncang Venezuela, Pemerintah Tetapkan Darurat Nasional
Venezuela menetapkan status darurat nasional setelah gempa magnitudo 7,5 mengguncang sejumlah wilayah. Bandara utama ditutup dan bantuan internasional mulai berdatangan.
JAKARTA - Venezuela menghadapi salah satu bencana alam terbesar dalam beberapa tahun terakhir setelah dua gempa bumi kuat berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 mengguncang negara tersebut pada Rabu waktu setempat.
Besarnya dampak yang ditimbulkan membuat pemerintah Venezuela resmi menetapkan status darurat nasional. Kerusakan dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah, termasuk ibu kota Caracas, sementara puluhan gempa susulan terus mengguncang kawasan terdampak.
Pelaksana Tugas Presiden Venezuela, Delcy Rodriguez, mengatakan keputusan menetapkan darurat nasional diambil untuk mempercepat respons penanganan bencana serta mobilisasi sumber daya negara.
"Kami menetapkan status darurat nasional, sebagaimana diatur dalam konstitusi kami," kata Rodriguez dalam pidato video yang disampaikan pada Rabu malam waktu setempat.
Bandara Utama Ditutup, Sejumlah Wilayah Rusak Parah
Menurut laporan pemerintah, gempa menyebabkan kerusakan signifikan pada berbagai infrastruktur penting.
Bandara Internasional Maiquetia, yang menjadi gerbang utama penerbangan internasional Venezuela, terpaksa ditutup total setelah mengalami kerusakan cukup parah.
Rodriguez mengungkapkan bahwa beberapa wilayah mengalami dampak paling serius, termasuk Caracas, Miranda, La Guaira, Aragua, Carabobo, dan Falcon.
"Di ibu kota Caracas, gedung-gedung runtuh di berbagai area," ujarnya.
Kerusakan bangunan dan fasilitas publik membuat pemerintah mempercepat proses evakuasi serta penilaian dampak di wilayah terdampak.
Puluhan Gempa Susulan Perparah Situasi
Tantangan penanganan bencana semakin berat karena aktivitas seismik belum sepenuhnya mereda.
Pemerintah Venezuela mencatat sedikitnya 20 gempa susulan terjadi setelah dua gempa utama mengguncang negara tersebut.
Data dari Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) menunjukkan pusat gempa berada sekitar 16 kilometer dari Kota Moron dan 24 kilometer dari San Felipe.
USGS sebelumnya memperingatkan bahwa gempa dengan kekuatan tersebut berpotensi menyebabkan korban jiwa dan kerusakan dalam skala luas.
Dunia Bergerak Beri Dukungan
Di tengah kondisi darurat, gelombang solidaritas internasional mulai mengalir ke Venezuela.
Rodriguez mengatakan sejumlah negara telah menghubungi pemerintah Venezuela untuk menyampaikan dukungan dan kesiapan memberikan bantuan kemanusiaan.
Negara-negara yang menyatakan kesiapan membantu antara lain Amerika Serikat, Brasil, Kolombia, Inggris, Meksiko, Panama, Turki, Qatar, Kuba, Nikaragua, Barbados, dan Yordania.
Selain itu, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) serta sejumlah lembaga keuangan internasional juga disebut telah menawarkan bantuan bagi proses pemulihan pascabencana.
Trump Instruksikan AS Siaga Membantu
Salah satu respons paling cepat datang dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Melalui platform Truth Social, Trump menyatakan telah menginstruksikan seluruh badan pemerintahan Amerika Serikat untuk bersiaga membantu Venezuela.
"Dua gempa besar yang melanda rakyat Venezuela terjadi dalam skala besar dan mengakibatkan korban tewas yang besar. AS senantiasa siap, ingin, dan mampu membantu," tulis Trump.
Ia menegaskan pemerintahannya siap bergerak cepat untuk mendukung upaya penanganan darurat dan pemulihan pascabencana.
Pernyataan tersebut menjadi sinyal penting di tengah hubungan kedua negara yang selama bertahun-tahun kerap diwarnai ketegangan politik.
Kini, fokus pemerintah Venezuela tertuju pada proses penyelamatan korban, pemulihan infrastruktur vital, serta penanganan dampak gempa susulan yang masih berpotensi terjadi.(*)
Apa Reaksi Anda?