Meriah, Karnaval 1.000 Bae di Bengkayang Libatkan Ribuan Peserta Parade Budaya

Karnaval 1.000 Bae memeriahkan Pekan Barape Sawa 2026 di Kabupaten Bengkayang. Melibatkan 2.000 peserta, parade parang tradisional Dayak ini jadi upaya melestarikan budaya lokal.

Mei 27, 2026 - 20:01
Meriah, Karnaval 1.000 Bae di Bengkayang Libatkan Ribuan Peserta Parade Budaya

BENGKAYANG - Rangkaian Pekan Barape Sawa (tahun baru padi) Kabupaten Bengkayang 2026 berlangsung meriah dengan digelarnya Karnaval 1.000 Bae atau parang tradisional khas masyarakat Dayak pada Rabu (27/5/2026). Agenda tahunan ini melibatkan sekitar 2.000 peserta yang berasal dari 10 kecamatan di wilayah tersebut.

Karnaval budaya ini dilepas secara langsung oleh Bupati Bengkayang, Sebastianus Darwis, di Gedung Pancasila Bengkayang. Acara ini pun sukses menyedot perhatian warga yang memadati sepanjang rute pawai.

Sebastianus Darwis menyampaikan bahwa Karnaval 1.000 Bae merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk menjaga tradisi masyarakat Dayak di Kabupaten Bengkayang agar tidak punah.

“Kegiatan Barape Sawa tahun ini mengangkat tema Karnaval Kontingen 1.000 Bae. Ini merupakan kultur budaya kita yang harus dijaga dan dilestarikan bersama,” ujarnya.

Ia mengapresiasi konsistensi pelaksanaan Pekan Barape Sawa yang digelar setiap tahun. Menurutnya, festival budaya seperti ini efektif dalam memperkuat persatuan warga sekaligus mengenalkan kekayaan tradisi lokal kepada generasi muda.

Darwis menekankan pentingnya merawat kebudayaan daerah agar tetap menjadi identitas masyarakat Bengkayang di tengah arus modernisasi.

“Saya berharap kegiatan ini dapat berjalan aman, lancar, dan menjadi momentum mempererat kebersamaan masyarakat,” katanya.

Sebelum iring-iringan pawai dimulai, acara diawali dengan prosesi ritual adat Sub-Suku Dayak Bakati. Selain itu, dilakukan pula penyerahan simbolis bae dan tupong buah sebagai bagian dari struktur tradisi masyarakat setempat.

Adapun massa peserta pawai berasal dari sepuluh wilayah, meliputi Kecamatan Bengkayang, Teriak, Sungai Betung, Suti Semarang, Lumar, Ledo, Sanggau Ledo, Tujuh Belas, Seluas, dan Lembah Bawang.

Dengan mengenakan pakaian adat lengkap dan membawa bae sebagai simbol budaya, para peserta berjalan tertib menyusuri rute yang telah ditentukan. Parade dimulai dari Gedung Pancasila di Jalan Ngurah, melintasi depan Koramil 01 Bengkayang, Jalan Jerendeng AR, Jalan Perwira, Jalan Sanggau Ledo, dan berakhir di Ramin Batang (rumah adat Dayak) Bengkayang. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow