Menyambut Pemilu 2024, BEM UNISLA Adakan Dialog Bersama Polres, KPU dan Bawaslu Lamongan

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Kabinet Sinergi Kolaborasi Universitas Islam Lamongan (Unisla) periode 2023-2024 sukses menggelar dialog Pemilu bersama Polres, Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan…

Desember 23, 2023 - 12:30
Menyambut Pemilu 2024, BEM UNISLA Adakan Dialog Bersama Polres, KPU dan Bawaslu Lamongan

TIMESINDONESIA, LAMONGAN – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Kabinet Sinergi Kolaborasi Universitas Islam Lamongan (Unisla) periode 2023-2024 sukses menggelar dialog Pemilu bersama Polres, Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Lamongan.

Agenda yang mengusung tema "Catatan Demokrasi Elektoral Dua Dekade Terakhir Kabupaten Lamongan" tersebut dilaksanakan di Gedung Pascasarjana Unisla lantai 3, Kamis, (21/12/2023).

Wildan, Ketua Pelaksana dalam sambutannya menyampaikan dengan menghadirkan KPU, Bawaslu, dan Polres Lamongan diharapkan dapat memberikan sarana yang baik dalam menciptakan suasana politik yang bersih dan transparan.

“Demokrasi bukan hanya tentang pemilihan, tetapi juga tentang pemberdayaan orang untuk berbicara, berpendapat dan berkontribusi," ujarnya ketika ditemui di sela-sela kegiatan.

Di lain pihak, Nur Wahid, Ketua BEM Unisla, menuturkan kegiatan ini merupakan merupakan langkah konkrit dari BEM Unisla untuk kerjasama dengan stakeholder yang terkait dengan Pemilu yang akan datang.

Disisi lain BEM Unisla juga berharap melalui kegiatan ini bisa menghadirkan nuansa pendidikan politik untuk mahasiswa Unisla.

BEM-unisma-malang.jpg

“Selain itu di kegiatan ini BEM Unisla berharap narasumber yang hadir bisa sharing terkait fokus kerja masing-masing lembaga agar tidak timbul lagi menyalahkan lembaga yang bukan menjadi wewenang dan tupoksi kerja dari lembaga tersebut," ucapnya.

Siswanto S.Sos, perwakilan KPU Lamongan yang hadir menuturkan negara demokrasi mnerapkan 3 unsur yang biasa disebut dengan Trias Politica, tujuannya yakni mencegah kekuasaan negara yang bersifat absolut.

“Adapun inti dari konsep pemisahan Trias Politica atau pemisahan kekuasaan adalah membagi suatu pemerintahan negara menjadi 3 jenis kekuasaan, yaitu eksekutif, legislatif, dan yudikatif," ujarnya. 

Lebih lanjut, dalam sambutannya Winarto Eka Wahyudi, Wakil Rektor 3 Unisla menyampaikan bahwa pihak Rektorat Unisla mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh BEM Unisla yang menggandeng beberapa stakeholder dalam dialog pemilu.

"Terimakasih dan apresiasi buat BEM Unisla, bisa mendatangkan narasumber yang sesuai dengan tupoksi masing-masing serta otoritatif. Sukses atau tidaknya negara demokrasi bisa dilihat dengan sukses atau tidaknya penyelenggaraan pemilu. Kami beharap bahwasanya kegiatan ini menjadi sepercik cahaya untuk demokrasi kedepan," tuturnya. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow