Menu MBG Berbelatung Kembali Ditemukan di SD Kota Malang, Satgas Lakukan Klarifikasi
Menu Makan Bergizi Gratis di salah satu SD Kota Malang kembali dilaporkan berbelatung. Satgas MBG melakukan pengecekan dan meminta klarifikasi dari pihak SPPG Tulusrejo 2.
MALANG Peristiwa menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tidak layak kembali terjadi di Kota Malang. Kali ini temuan tersebut terjadi di salah satu Sekolah Dasar (SD) yang mendapatkan distribusi makanan dari SPPG Tulusrejo 2.
Salah satu wali murid melaporkan bahwa menu Macaroni Schotel yang diterima anaknya ditemukan terdapat belatung. Ia menyebut kejadian tersebut bukan yang pertama, karena sebelumnya juga ditemukan belatung pada menu puding stroberi.
“Sudah dua kali berturut-turut ini menu ada belatungnya. Yang bersangkutan (pihak SPPG) harus bertanggung jawab,” ujar salah satu wali murid, Sabtu (7/3/2026).
Menanggapi laporan tersebut, Satgas MBG Kota Malang yang diketuai Sekretaris Daerah Kota Malang Erik Setyo Santoso langsung melakukan pengecekan serta meminta klarifikasi dari Koordinator Wilayah SPPG dan pihak SPPG Tulusrejo 2.
Berdasarkan laporan dari pihak SPPG, proses pengolahan menu Macaroni Schotel disebut telah melalui dua tahap pengukusan. Pertama, macaroni dikukus sebelum dimasukkan ke dalam wadah, kemudian dikukus kembali setelah ditempatkan dalam kemasan.
“Dari laporan hanya ada satu kemasan saja yang terdapat ulat (belatung). Katanya itu ada di luar mika macaroni yang sudah dibawa pulang,” ungkap Erik.
Pihak SPPG juga mengaku telah mengajukan penggantian menu kepada wali murid yang melapor, namun tidak mendapat respons atau tindak lanjut.
Menurut penjelasan pihak SPPG, belatung yang ditemukan tidak berada di dalam makanan, melainkan berada di bagian luar kemasan atau thainwall.
“Temuan tidak berasal dari dalam thainwall, tetapi di luar. Pengelola juga sudah menggunakan metode dua kali kukus. Kesimpulannya ulat (belatung) bukan berasal dari macaroni schotel,” jelas Erik.
Diketahui, pada Kamis (5/3/2026) saat kejadian tersebut, SPPG Tulusrejo 2 mendistribusikan sebanyak 2.319 porsi makanan untuk sekitar 12 sekolah di Kota Malang. Dari total tersebut, laporan temuan belatung hanya terjadi pada satu kemasan.
“Hanya terdapat satu temuan pada satu kemasan macaroni di antara 2.319 porsi yang disediakan,” pungkasnya. (*)
Apa Reaksi Anda?