Menlu Sugiono: Indonesia Resmi Jadi Anggota Tetap Board of Peace Tanpa Iuran 1 Miliar Dolar AS

Menlu Sugiono menegaskan Indonesia telah menjadi anggota tetap Board of Peace tanpa kewajiban membayar iuran 1 miliar dolar AS. Kontribusi diberikan melalui pengiriman 8.000 pasukan penjaga perdamaian

Februari 21, 2026 - 20:34
Menlu Sugiono: Indonesia Resmi Jadi Anggota Tetap Board of Peace Tanpa Iuran 1 Miliar Dolar AS

MALANG Menteri Luar Negeri Sugiono menegaskan bahwa Indonesia telah resmi menjadi anggota tetap Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP), tanpa kewajiban menyetor iuran sebesar 1 miliar dolar AS.

Pernyataan tersebut disampaikan Sugiono saat memberikan keterangan pers di Washington DC, Jumat (20/2) malam waktu setempat.

“Jadi dari awal saya bilang ini yang namanya itu bukan iuran keanggotaan. Bukan syarat keanggotaan, tidak. Kita sekarang sudah anggota, enggak perlu bayar juga enggak apa-apa,” ujarnya.

Sugiono meluruskan anggapan bahwa Indonesia belum menyetor dana sehingga status keanggotaannya dipertanyakan. Menurutnya, tidak ada kewajiban pembayaran iuran tertentu untuk menjadi anggota tetap dalam forum tersebut.

Bukan Iuran Wajib, Melainkan Skema Kontribusi

Ia menjelaskan bahwa angka 1 miliar dolar AS yang sempat dibahas sebelumnya merujuk pada skema kontribusi apabila suatu negara ingin mengambil peran tertentu, seperti menjadi anggota permanen dengan komitmen tambahan. Namun, hal itu berbeda dengan status keanggotaan yang saat ini dipegang Indonesia.

Terkait klaim adanya komitmen pendanaan hingga 5 hingga 7 miliar dolar AS, Sugiono menyebut angka tersebut merupakan pledges dari sejumlah negara lain dan berada di luar skema iuran keanggotaan Board of Peace.

Menurutnya, mekanisme kontribusi dalam forum tersebut bersifat fleksibel. Negara dapat berkontribusi melalui dana, pengiriman pasukan, maupun skema individu yang disalurkan melalui rekening khusus, termasuk yang dikelola oleh World Bank.

“Ada yang (kontribusi) uang, ada yang pasukan, ada yang orang per orang kirim ke rekening yang di World Bank kemarin,” jelasnya.

Indonesia Kirim 8.000 Pasukan Perdamaian

Sebagai bentuk kontribusi nyata, Indonesia memilih berpartisipasi melalui pengiriman pasukan penjaga perdamaian. Pemerintah menyiapkan sekitar 8.000 personel untuk mendukung misi yang disepakati dalam forum tersebut.

Langkah ini disebut sebagai komitmen konkret Indonesia dalam mendukung stabilitas dan keamanan global, sekaligus memperkuat posisi diplomasi Indonesia di kancah internasional.

Sugiono menegaskan kembali bahwa status keanggotaan Indonesia di Board of Peace tidak bergantung pada besaran kontribusi dana tertentu, melainkan pada partisipasi aktif dan komitmen terhadap misi perdamaian. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow