Mengelola Keuangan Pasca Lebaran: Pentingnya Evaluasi

Setiap orang memiliki cara tersendiri untuk mengatur dan mengelola keuangan, terkhususnya menjelang bulan Ramadhan hingga hari Raya Idul Fitri.

April 28, 2023 - 22:40
Mengelola Keuangan Pasca Lebaran: Pentingnya Evaluasi

TIMESINDONESIA, SURABAYA – Setiap orang memiliki cara tersendiri untuk mengatur dan mengelola keuangan, terkhususnya menjelang bulan Ramadhan hingga hari Raya Idul Fitri. Di hari raya besar tersebut seringkali kondisi keuangan menjadi tidak stabil karena besarnya pengeluaran. Zunairoh, S.M., M.SM., CRP., CSA., selaku Dosen Fakultas Bisnis dan Ekonomika Universitas Surabaya (Ubaya) membagikan beberapa tips untuk mengatur keuangan pasca lebaran.

Zunairoh mengawali dengan pentingnya persiapan dan alokasi pada Tunjangan Hari Raya (THR). THR adalah penghasilan tambahan yang didapatkan ketika hari raya dan pengalokasiannya dapat dibagi sesuai dengan proporsinya masing-masing. “Misalnya, uang jaga-jaga 40%, tabungan 10%, dan keperluan lebaran sebesar 50%. Alokasi uang jaga-jaga haruslah cukup besar proporsinya untuk mengantisipasi,” tutur Zuna.

Zunairoh juga menjelaskan perlunya membagi setiap pengeluaran menjadi beberapa pos terkhususnya saat lebaran. “Saat hari raya misalnya, uang untuk sanak saudara, baju lebaran, aneka masakan, kue lebaran, dan biaya mudik,” imbuhnya. Dari pos-pos tersbut nantinya akan memudahkan kita untuk mengontrol pembengkakan pengeluaran khususnya biaya tak terduga jika tiba-tiba sanak saudara mengajak kita untuk mengunjungi tempat wisata.

Lebih jauh lagi ia juga menjelaskan beberapa tips dan trik untuk mengatur keuangan pasca lebaran. Pertama, Zunairoh menyarankan untuk membuat catatan keuangan. Buat pos dan anggaran keuangan kita sebagai bentuk perencanaan. “Sebenarnya ini tidak hanya berlaku saat lebaran, tapi juga hari-hari biasa,” jelasnya. Kedua, ia juga merekomendasikan untuk mencatat seluruh pengeluaran lebaran dan masukkan pos pengeluaran. Ketiga, bandingkan anggaran yang dibuat dengan realisasi pengeluarannya.

Zunairoh juga menegaskan bahwa jika ada pos yang minus maka dapat dipertimbangkan menghapus pos anggaran yang tidak diperlukan atau pos anggaran yang penyerapannya kecil. “Mengelola keuangan dengan baik merupakan kunci untuk menjaga kestabilan keuangan. Tidak perlu menggunakan pencatatan yang rumit, yang sederhana saja tidak masalah, yang penting kita bisa mengevaluasi keuangan kita tiap bulannya,” tutupnya. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow