Menahan Lapar, Menguatkan Sabar: Semangat Guru MTsN 9 Jombang Mengabdi di Bulan Ramadan

Memasuki bulan suci Ramadan, MTsN 9 Jombang menerapkan sistem pembelajaran efektif fakultatif sebagai bentuk penyesuaian kegiatan belajar mengajar.

Februari 25, 2026 - 11:00
Menahan Lapar, Menguatkan Sabar: Semangat Guru MTsN 9 Jombang Mengabdi di Bulan Ramadan

JOMBANG Memasuki bulan suci Ramadan, MTsN 9 Jombang menerapkan sistem pembelajaran efektif fakultatif sebagai bentuk penyesuaian kegiatan belajar mengajar. Meski terdapat pengurangan durasi waktu, kegiatan belajar tetap berlangsung aktif, terstruktur, dan kondusif hingga pukul 10.45 WIB.

Suasana madrasah tampak lebih religius dan tertib. Rangkaian kegiatan tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga pada penguatan karakter spiritual siswa. Setiap pagi, peserta didik dibiasakan melaksanakan salat Dhuha berjamaah, dilanjutkan dengan program mengaji One Day Four Page sebagai upaya menumbuhkan kedekatan dengan Al Quran. Setelah itu, siswa mengikuti kajian kitab serta pembelajaran ekoteologi yang mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dengan kepedulian terhadap lingkungan.

Seluruh kegiatan tersebut dirancang agar Ramadan menjadi momentum pembelajaran yang utuh, baik secara intelektual maupun spiritual.

Perjuangan Guru Mengajar Saat Berpuasa

 Di balik penyesuaian jadwal tersebut, terdapat perjuangan para guru yang tetap menjalankan amanah mendidik dalam kondisi berpuasa. Dengan energi yang lebih terbatas, para pendidik tetap hadir di kelas, menyampaikan materi, membimbing, sekaligus mengasuh siswa dengan penuh kesabaran.

Ramadan menjadi momentum untuk melatih pengendalian diri, menjaga lisan, serta menunjukkan keteladanan akhlak secara nyata kepada peserta didik.

Muanidah, guru Matematika MTsN 9 Jombang, menyampaikan bahwa bulan suci ini memiliki makna mendalam bagi seorang pendidik.

“Ramadan adalah kesempatan untuk meningkatkan spiritualitas sekaligus memberi contoh kepada siswa bahwa puasa melatih kesabaran, kedisiplinan, dan sikap saling menghormati,” ujarnya.

Menurutnya, tantangan terbesar saat mengajar di bulan puasa adalah menjaga fokus dan konsentrasi siswa. Oleh karena itu, materi disampaikan dengan pendekatan yang lebih ringan dan kreatif agar tetap mudah dipahami tanpa terlalu menguras energi.

Menjaga Emosi, Menjaga Keteladanan

Muanidah juga mengakui bahwa menjaga emosi menjadi ujian tersendiri, terutama ketika menghadapi siswa yang masih kurang tertib.

“Dengan memperbanyak istighfar dan mengingat bahwa saya sedang berpuasa, saya berusaha menahan amarah agar tidak mengurangi nilai ibadah,” tuturnya.

Ia menambahkan bahwa keteladanan guru dalam mengendalikan emosi sangat penting, sebab siswa cenderung meniru apa yang mereka lihat dari gurunya. Ramadan pun menjadi momen refleksi untuk terus memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas sebagai pendidik.

Komitmen Seimbangkan Akademik dan Spiritual

Melalui pembelajaran efektif fakultatif yang tetap berjalan aktif serta penguatan pembiasaan ibadah, MTsN 9 Jombang menunjukkan komitmennya dalam menjaga keseimbangan antara kualitas akademik dan pembentukan karakter religius siswa.

Ramadan di madrasah ini bukan hanya tentang menahan lapar dan haus, tetapi juga tentang pendidikan akhlak, kesabaran, serta keteladanan yang diwujudkan dalam keseharian seluruh warga madrasah. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow