Dwi Retno Palupi, Kepala Madrasah Inspiratif dan Berdedikasi
Memimpin bukan dengan suara keras, tetapi dengan arah yang jelas” “Madrasah tidak boleh berjalan di tempat. Ia harus melesat tanpa kehilangan niat” (Abdul Wahab Rosyidi)
MALANG “Memimpin bukan dengan suara keras, tetapi dengan arah yang jelas”
“Madrasah tidak boleh berjalan di tempat. Ia harus melesat tanpa kehilangan niat”
(Abdul Wahab Rosyidi)
Dwi Retno Palupi, M.Pd. lahir di Wonogiri, 24 April 1977, adalah kepala Madrasah Tsanawiyah Almaarif 01 Singosari, Kabupaten Malang, dikenal sebagai kepala madrasah visioner dengan dedikasi kuat pada pengembangan pendidikan holistik berkarakter dan berorientasi masa depan. Beliau mudah dikenal, ramah dan gampang diajak berkomunikasi, akan tetapi profesional dalam berkhidmat. Gaya kepemimpinannya yang terbuka terhadap ide-ide baru membuat para guru pendidik MTs almaarif 01 Singosari, siswa-siswi, dan wali murid merasa didengar dan termotivasi untuk terus berkembang maju bersama menjadikan Madrasah Tsanawiyah almaarif 01 Singosari unggul berdaya saing Nasional bahkan internasional.
Di bawah kepemimpinannya, MTs Almaarif 01 Singosari mencatat perubahan penting. Pengembangan berbagai program unggulan seperti Madrasah Ramah Anak, Madrasah Riset, dan Madrasah Multilingual untuk membekali para siswa-siswi dengan keterampilan abad XXI. Selain itu komitmen pembiasaan dalam membentuk karakter positif dan religius seperti Ta’lim Pagi, Kecakapan Ubudiyah, Tahfidz Al-Qur’an, Sholat Berjama’ah, serta dorongan kuat pada pembelajaran literasi.
Dengan background sebagai guru matematika, gaya kepemimpinannya mampu memadukan hitungan eksak dengan pertimbangan perubahan sosial yang akan terjadi. Sehingga berbagai program yang dicanangkan di madrasah banyak memberikan dampak positif terhadap perkembangan dan kemajuan MTs Almaarif 01 Singosari. Ia dapat dibilang sebagai sosok visioner, enerjik, dan tegas, namun berbudi santun.
Sikap ini yang membuatnya mampu mengarahkan dan memotivasi para guru, siswa-siswi, serta civitas madrasah secara efektif. Ia tidak hanya menjalankan manajemen madrasah secara administratif, tetapi juga menetapkan arah strategis dengan melahirkan program-program inovatif yang bertujuan menjawab tantangan pendidikan di era global dan digital.
Dalam kepemimpinanmya sering menggunakan diksi “visioner”. Term ini mencerminkan pola pikir kepemimpinan yang proaktif, bukan reaktif. dan menggambarkan bahwa gaya kepemimpinannya mengarah jauh ke depan, melihat peluang masa depan dan merancang program yang inovatif untuk menjawab tantangan pendidikan abad ke-21.
Selain itu ungkapan seperti “membawa angin perubahan besar”, dan “menjadikan madrasah sebagai lembaga pendidikan unggul dan berkarakter” menunjukkan pilihan diksi yang menekankan pembaruan, kreativitas, dan pengembangan program baru dalam kepemimpinannya. Sementara diksi lain seperti “terbuka pada gagasan baru” Ini menunjukkan gaya kepemimpinan yang tidak otoriter, tetapi melibatkan berbagai pihak.
Sementara gestur kepemimpinannya dapat dikenal sebagai pemimpin yang mampu melihat jauh ke depan dalam merancang arah pendidikan yang tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga karakter dan keterampilan siswa. Ia mendorong partisipasi guru, siswa, dan orang tua dalam berbagai program sekolah, serta memfasilitasi dialog dan kerja sama. Ini terlihat dari berbagai kegiatan seperti seminar parenting dan dukungan penuh terhadap peran serta keluarga dalam proses pendidikan. Gestur lain juga terlihat dari dukungannya terhadap kegiatan yang membangun karakter seperti perkemahan, pelantikan OSIM, dan penghargaan Profil Pelajar KEREN, yang menanamkan nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, toleransi, dan kepemimpinan pada siswa.
Gestur kepala MTs Almaarif 01 Singosari tidak sebatas mendorong prestasi akademik, tetapi juga mengintegrasikan aktivitas sosial dan peduli lingkungan misalnya melalui kegiatan Fun Walk Jejak Hijau Adiwiyata yang mengajak siswa terlibat langsung dalam aksi nyata menjaga lingkungan. Gestur tersebut merupakan kombinasi antara teladan, energi tinggi, dan kemampuan komunikasi publik yang kuat. Banyak wali murid melihatnya sebagai sosok yang tidak hanya memerintah, tetapi memberi contoh nyata dalam membentuk budaya Madrasah yang positif.
Pada akhirnya kepemimpinannya berhasil membawa madrasah meraih berbagai penghargaan, seperti penghargaan Brilliant Company kategori Madrasah Ramah Anak, dan secara pribadi ia mendapatkan predikat Kepala Madrasah Ma’arif NU berprestasi. Hal ini mencerminkan kontribusinya dalam mewujudkan Madrasah Tsanawiyah Almaarif 01 Singosari yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mencetak siswa berkarakter dan siap menghadapi tantangan global. Secara umum, beliau adalah kepala madrasah yang inspiratif dan berdedikasi, yang telah membawa MTs Almaarif 01 Singosari menjadi contoh madrasah Salaf bercorak modern yang tetap menjunjung tinggi nilai-nilai karakter dan spiritual, serta unggul dan berdaya saing. (*)
Apa Reaksi Anda?